Melihat dari Dekat Pesantren Tuju-tuju Bone Tanggung Santri

Jumat, 15 Mei 2020 14:24

AKTIVITAS BERAGAM. Kegiatan santri di Pesantren Darul Huffadh, Tuju-tuju, Bone. (DOK FOR FAJAR)

Meski begitu, masih ada beberapa santri bermukim di pondok. Mereka berasal dari kelas III Aliyah dengan mempertimbangkan banyaknya kegiatan menjelang kelulusan mereka.

Di antaranya orientasi keguruan, pengajaran tahsin, ujian tahfiz, dan persiapan tadris amaliyah (praktik mengajar).

Buku-buku yang diajarkan bukanlah menjadi tolok ukur dari mutu yang sebenarnya. Inti pelajaran dari salah satu buku wajib di pondok ini adalah bagaimana anak-anak menguasai setiap bahasa dan kosakata baru dan bukan hanya tahu isi cerita dalam buku.

Usaha ini bukanlah tidak memiliki tujuan. Menurut perempuan kelahiran Bone, 2 Mei 1981 itu, Darul Huffadh berusaha membina santri yang kelak bukan hanya mampu membaca buku-buku berbahasa Arab, tetapi juga memahami dari setiap isinya.

“Pondok ini layaknya ibu yang memberikan anak-anaknya benih-benih padi untuk tumbuh dan berkembang menjadi padi yang berisi dan bukan ibu yang hanya mampu menyuapkan nasi ke mulut anak-anaknya yang akan habis dalam sejenak. Karena masa depan santri adalah harapan terbaik pondok untuk mereka,” harap perempuan yang juara 2 lomba tahfiz Al-Qur’an putri yang diikuti 14 negara itu. (*/abg-zuk)

Bagikan berita ini:
4
9
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar