Proyek Kartu Prakerja, Ruangguru Diperkirakan Mendapat Rp3,8 Triliun

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID,JAKARTA-- Proyek kartu Prakerja yang menelan uang negara Rp 20 Triliun diduga berpotensi menjadi ladang korupsi. Kelompok masyarakat yang terhimpun dalam Prakerja.org pun mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan aparat penegak hukum untuk mengusutnya.

“Kami mendesak KPK dan aparat penegak hukum segera memeriksa pihak-pihak yang diuntungkan dengan cara tidak wajar dari proyek kartu Prakerja. Khususnya pihak penyedia platform pelatihan online,” ujar Salah satu Inisiator Prakerja.org Brahmantya Sakti dalam jumpa pers secara daring, Jumat (15/5).

Sakti juga mendesak agar pemerintah segera membatalkan program pelatihan online yang dibungkus dalam program kartu Prakerja itu. Termasuk untuk mewajibkan para penyedia platform yang telah dibayar dari anggaran Prakerja mengembalikan dana sepenuhnya kepada negara.

“Sebagaiknya dana yang sangat besar itu dialokasikan bagi hal yang lebih tepat dan mendesak di tengah kondisi Pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Di samping itu, Sakti juga berharap semua kalangan masyarakat turut serta mengawal kasus tersebut, hingga asas keadilan dapat ditegakkan dengan sebenar-benarnya.

Kelompok masyarakat yang terhimpun dalam Prakerja.org ini juga menyerukan masyarakat untuk bergabung bersama-sama untuk menciptakan atau mendukung sarana pelatihan online gratis guna membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covud-19.

“Tujuannya untuk memperbesar kesempatan masyarakat dalam mendapatkan penghasilan dan keluar dari bencana ekonomi,” paparnya.

Sementara itu, Salah satu Inisiator Prakerja.org lainnya, Andri W Kusuma mengatakan, sebenarnya Kartu Prakerja merupakan program yang sangat baik. “Tapi pada saat pelaksanaannya itu terjadi pembelokan,” ujarnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan