Infografis

Pusat Belanja Kembali Buka

0 Komentar

Mal di Makassar Masih Tunggu Juknis

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –– Pusat perbelanjaan akan kembali dibuka. Pemerintah pusat bahkan telah membuat protokol belanja.

Kementerian Perdagangan mulai mengatur operasional pasar rakyat serta ritel modern. Apalagi, tren berbelanja jelang Idulfitri, akan meningkat meski di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan standar operasional (SOP) ini wajib dijalankan oleh semua unit pasar rakyat serta ritel atau perbelanjaan modern. Namun, pemerintah daerah mesti tegas sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19.

Aktivitas jual beli tak boleh menyebarkan Covid-19. Agus Suparmanto mengatakan khusus untuk pasar rakyat, pedagang harus mengenakan masker dan sarung tangan. Selain itu, pengelola pasar rakyat wajib menyiapkan palang atau pagar pintu masuk untuk mengontrol jumlah pengunjung yang datang.

Pihaknya membatasi jumlah kunjungan yakni 30 persen dari total kapasitas pasar yang ada. Setiap kunjungan, kata dia, hanya dibolehkan dengan interval waktu masing-masing selama 2,5 jam. Makanya mesti ada perugas yang berjaga untuk memastikan waktunya.

“Harus ada jarak aman yakni 1,5 meter antarpedagang. Sementara yang berjualan di ruang terbuka jarak masing-masing pedagang 2 meter. Pengelola pasar juga harus menyiapkan sarana dan prasarana kesehatan,” jelasnya saat konferensi pers via konferensi video, Kamis, 14 Mei.

Pedagang juga mesti memastikan barang dagangannya bersih. Selain itu, pemerintah harus memastikan semua pedagang terbebas dari Covid-19 dengan serangkaian metode pengujian. Baik Rapid test hingga tes PCR yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

Selain itu pembeli menyiapkan kantong belanjaan sendiri, termasuk untuk menyimpan uang kembalian. Untuk aktivitas ritel modern pun juga sama.
Jumlah pengunjung dibatasi sesuai aturan yang ada di pasar rakyat. Para petugas yang bekerja juga wajib menggunakan masker dan sarung tangan. Begitupun dengan pembeli yang datang, wajib menaati protokol kesehatan.

“Pembeli juga diminta untuk bertransaksi nontunai di ritel modern, kecuali di pasar tradisional. Kami juga berharap agar masyarakat lebih memanfaatkan sarana digital untuk berbelanja. Tak perlu keluar rumah,” tambahnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto berharap kebijakan ini bisa dipatuhi oleh semua pihak. Aturan ini merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran korona yang masih terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Ekonomi Mendesak

Pemkot Makassar juga mengkaji agar pusat perbelanjaan sudah bisa beroperasi. Angka penularan yang relatif bisa dikendalikan jadi alasan. Pemulihan ekonomi mendesak dilakukan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Makassar Ismail Hajiali mengatakan sejauh ini belum ada rencana Pemkot Makassar untuk membuka kembali pusat perbelanjaan.

“Sejauh ini kita mengacu pada Perwali No 22/2020 tentang PSBB. Kita masih mengacu di situ sejak PSBB pertama kali diterapkan,” ujarnya.

Ismail juga telah mendengar informasi beberapa pusat perbelanjaan seperti mal akan kembali beroperasi. Dia pun tak begitu mempersoalkan langkah yang dilakukan beberapa pusat perbelanjaan.
“Pemberitahuan itu mungkin masih imbauan. Karena rencana untuk membuka itu masih relatif lama,” katanya.

Dia pun berharap agar pemilik usaha untuk bersabar. Semua solusi untuk perbaikan akan dilakukan dengan efektif. “Kita pasti semua ingin normal,” terangnya.

Patuhi Protokol

Pj Wali Kota Makassar Yusran Jusuf mengatakan beberapa toko yang akan beroperasi harus memenuhi protokol kesehatan. “Termasuk ada disiapkan cuci tangan, hand sanitizer, ada scanning yang masuk. Kemudian di dalam pakai masker,” katanya.

Yusran juga enggan melarang beberapa tempat usaha untuk tak beroperasi. Yang perlu dijaga adalah interaksi. “Intinya kita pastikan, orang yang berkeliaran itu orang yang bersih atau tak berpotensi menebar virus,” terangnya.

Jelang Lebaran

Salah satu mal yang akan buka adalah Trans Studio Mall (TSM) Makassar. Dalam surat yang beredar diinformasikan, TSM akan membuka kembali operasional secara terbatas bagi seluruh tenant, mitra bisnis, dan customer pada Kamis, 21 Mei.

Jam operasional terbatas di buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 20.00 WITA. Syaratnya, menerapkan protokol pencegahan Covid-19 sebagaimana ditetapkan pemerintah.

Hanya saja, Marcomm Manager TSM Makassar Radi Agustian belum ingin berkomentar banyak terkait itu. “Ini baru dalam tahap persiapan,” singkatnya.

Sementara beberapa mal lainnya, seperti Mal Phinisi Point (PiPo) Makassar mengaku belum menerima edaran pemerintah. Sehingga sampai sekarang masih mengikuti edaran pemerintah yang lama.

General Manager Mal PiPo Makassar Angraini mengatakan masih menunggu keputusan pemerintah dan tim Gugus Tugas Covid-19 secara resmi. Baru bisa melangkah selanjutnya. “Kami juga belum ada surat resminya,” katanya.

Positif-Negatif

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Abdul Muttalib menilai kembali dibukanya mal pastinya memberi nilai positif untuk roda perekonomian. Terlebih akan dibuka jelang Lebaran.

Mal dibuka juga memberikan efek refreshing bagi masyarakat yang selama ini stay at home. “Karena ini berhubungan belanja kebutuhan primer, maka dengan sendirinya bank-bank akan meningkatkan pelayanan transaksional khususnya penarikan di atas Rp10 jutaan,” nilainya.

Meski memiliki efek positif, juga memiliki dampak negatif. Perbelanjaan termasuk mal adalah tempat yang akan merusak sistem pencegahan Covid-19 yang sudah berjalan kurang lebih sebulan.

“Mal dibuka pasti mengundang selera orang dari daerah masuk ke kota Makassar berbelanja. Itu artinya social distancing semakin tidak terlaksana dengan baik. Karakter masyarakat kita keras kepala, yah pasti masa pandemi Covid-19 akan makin panjang,” jelasnya.

Pengamat Ekonomi Unhas Anas Iswanto Anwar Makkatutu menilai hal tersebut ngeri bila terjadi. Dalam jangka pendek pasti akan kembali menggeliat ekonomi di Makassar, karena terjadi pergerakan transaksi.

Tetapi, masalahnya bukan di situ. “Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana korona? Di saat grafik belum menunjukkan penurunan, bahkan makin naik, malah diabaikan,” katanya.

Akan sia-sia usaha yang telah dilakukan selama ini, yang penuh dengan pengorbanan. Harusnya, ketika aturan dibuat, konsisten pula dijalankan. Anas tak yakin protokol dapat berjalan efektif.

“Kembali lagi, kasihan sekarang tapi masalah tidak selesai atau kita semua berkorban untuk menyelesaikan virus baru kita bersama-sama bangkit,” katanya.

Jika seperti ini, seolah-olah menyerah kepada virus. Harusnya, semua berkorban, harus sabar, dan pemerintah hadir dengan program yang nyata untuk menyelesaikan virus. “Apa boleh buat harus dari nol atau mungkin dari minus, tapi jelas arah ke depannya,” katanya. (mum-tam)

 REPORTER: ANDI SYAEFUL-ARDIANSYAH HENDARTIN
EDITOR: AMRULLAH B GANI-RIDWAN MARZUKI
Editor : Redaksi

Comment

Loading...