Respons Istana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dikritik Habis-habisan

Jumat, 15 Mei 2020 15:33
Respons Istana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dikritik Habis-habisan

ILUSTRASI. Petugas BPJS Kesehatan menunjukkan aplikasi Mobile JKN. BPJS menyederhanakan proses bagi peserta rujuk balik. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

Okky mengingatkan, salah satu pertimbangan hakim MA dalam putusan atas pembatalan norma di Perpres 75/2019 karena terdapat kewajiban negara untuk menjamin kesehatan warga serta kemampuan warga negara yang tidak meningkat.

“Dari pertimbangan hakim ini saja, penyusunan Perpres 64/2020 ini tampak gagal paham dalam memahami pertimbangan dan putusan MA,” ungkapnya.

Berikut rinciannya:

  1. Iuran peserta mandiri Kelas I naik menjadi Rp 150.000, dari saat ini Rp 80.000.
  2. Iuran peserta mandiri Kelas II meningkat menjadi Rp 100.000, dari saat ini sebesar Rp 51.000.
  3. Iuran peserta mandiri Kelas III juga naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000. Namun pemerintah memberi subsidi Rp 16.500 sehingga yang dibayarkan tetap Rp 25.500. (jpc/fajar)

Bagikan berita ini:
9
5
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar