Tak Patuh Aturan, Kemenhub Peringatkan Maskapai Penerbangan

Jumat, 15 Mei 2020 11:31

KUTI PROTOKOL: Para pekerja migran di Hongkongtiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (14/5). Mereka akan dikar...

Gugus tugas dan AP II melakukan koordinasi yang melibatkan berbagai pihak yang tergabung dalam satuan tugas bandara dan operator maskapai penerbangan. Salah satu poin yang dihasilkan pada koordinasi tersebut adalah imbauan kepada para calon penumpang pesawat untuk tiba 3–4 jam di bandara sebelum keberangkatan pada situasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pihak maskapai juga akan menerima teguran apabila kedapatan menjual tiket melalui online. Selain itu, ditegaskan ketentuan penjualan tiket penumpang dengan persentase 50 persen dari kapasitas jumlah kursi penumpang di pesawat.

Terkait foto penumpukan penumpang yang beredar, manajemen Batik Air memberikan klarifikasi. Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro menuturkan, Batik Air menerapkan semua standar operasional penerbangan, termasuk hal-hal yang mendukung pelaksanaan pencegahan persebaran Covid-19.

Meski dalam foto terlihat berkerumun, kata dia, secara data, jumlah penumpang dalam satu pesawat rata-rata kurang dari atau mencapai 50 persen. ”Untuk jumlah tamu yang diterbangkan pada penerbangan tertentu dan lebih dari 50 persen, disebabkan situasi perubahan periode perjalanan serta perjalanan grup dari keluarga atau rombongan yang menginginkan dalam satu penerbangan dengan duduk berdekatan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan akan menindak tegas operator penerbangan yang melanggar ketentuan pembatasan jumlah penumpang dalam melakukan layanan penerbangan. ”Begitu terbukti melanggar aturan, kami akan terapkan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto.

Komentar


VIDEO TERKINI