Tren KDRT Meningkat Selama PSBB, Pemkot Siapkan Skema Khusus

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Akibat Pandemi Covid-19, dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pemerintah pun membatasi pergerakan masyarakat dan menganjurkan bekerja dari rumah atau work form home (WFH) untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas lagi.

Namun, hal tersebut tentu memiliki dampak, salah satunya mengakibatkan meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf, mengatakan, demi menangani dan menekan kasus KDRT saat pandemi Covid-19 dirinya telah melakukan komunikasi dengan komunitas pemerhati perempuan dan anak.

“Intinya saya ingin ada skema perhatian khusus pada ibu dan anak,” kata dia, Jumat (15/5/2020).

Menurut Yusran, perhatian tersebut nantinya dalam bentuk stimulus dan penanganan khusus terhadap perempuan dan anak.

Sementara itu salah satu masalah di Kota Makassar, belum ramah terhadap perempuan dan anak. Ia mengatakan di Kota Makassar belum banyak panti anak.

Namun dirinya sudah melakukan intervensi untuk memastikan mereka mendapat stimulus sosial. “Intinya tidak ada diskriminasi. Sudah ada konsepnya. Istilahnya membuat skema khusus,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Tenri A Palallo mengatakan tren jumlah laporan kekerasan yang masuk sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Makassar meningkat.

“Kurang lebih ada 15, tadi ini ada 2, kemarin ada 3. Pemahaman kami biasanya tidak pernah sampai 15 orang dan itu mayoritas perempuan,” katanya.

Pengaduan kasus kekerasan dalam rumah tangga di Kota Makassar meningkat dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Dirinya menambahkan, pengaduan kasus yang ada didominasi oleh kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) seperti pemukulan.

Ia menilai peningkatan kasus kekerasan dipicu faktor stres dari suami karena pemutusan hubungan kerja (PHK) saat pembatasan sosial berskala besar. (ikbal/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...