Panduan Salat Idul Fitri di Rumah, MUI Bolehkan Masjid Gelar Takbiran

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SEMARANG-- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengeluarkan tausiyah nomor 40 Tahun 2020 untuk melaksanakan Salat Idul Fitri di rumah masing-masing. Salat dapat dilaksanakan berjamaah bagi yang sudah berkeluarga atau sendirian.

Hal ini didasarkan pada pendapat ulama, Alquran, dan Hadis. Juga dengan memperhatikan perkembangan kondisi saat ini.

”Kita ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Cara memutus rantai penularan tidak lain adalah jaga jarak. Itu akan sulit kalau Salat Id dilakukan seperti biasa. Baik di masjid maupun di lapangan. Apalagi dengan jarak yang rapat,” ujar Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Daroji di Kantor MUI Jateng kawasan Masjid Baiturrahman Semarang kemarin.

Mengenai hal ini, MUI Jawa Tengah telah membuat tuntunan dan contoh untuk pelaksanaan Salat Id di rumah. Mengenai tata cara menjadi imam dan khatib.

”Termasuk ada juga contoh khotbah pendek yang kami buat. Durasinya kira-kira tujuh menit,” ujarnya dengan menambahkan bahwa nantinya panduan ini dapat diakses di website Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

”Kalau khotbahnya mau dimodivikasi, tentu boleh-boleh saja,” tambahnya. Mengenai khotbah ini, ia katakan hukumnya tidak wajib. Tanpa khotbah pun Salat Id tetap sah dilaksanakan. ”Kalau yang sendiri ya tentu tidak perlu ada khotbah,” ujarnya.

Tidak perlu khawatir untuk yang tidak terbiasa menjadi imam, karena MUI Jateng menyarankan untuk membaca surat-surat pendek yang biasa dibacakan. Seperti Al-Ikhlas pada rakaat pertama dan An-Nas pada rakaat kedua setelah membaca Al-Fatihah.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan