Percepatan Tanam, Penyuluh dan Petani Optimalkan Alsintan

Sabtu, 16 Mei 2020 11:33

Foto: IST

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Pandemi Covid-19 membawa berbagai dampak di dunia. Badan Pangan Dunia (FAO) memberikan peringatan bahwa akibat Covid-19 dunia akan mengalami krisis pangan. Sementara itu BMKG juga memprediksi bahwa beberapa bulan kedepan akan terjadi kemarau panjang.

Mengantisipasi krisis pangan tersebut Presiden Jokowi mengatakan dalam rapat bersama Menteri Pertanian agar Kementerian Pertanian melakukan langkah konkrit untuk menjamin ketersediaan  pangan terutama dimasa pandemi ini.

Merespon arahan Presiden Jokowi,  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta kepada seluruh penyuluh pertanian dan petani di Indonesia agar segera melakukan Gerakan Percepatan Tanam Padi dan Jagung serentak.

“Kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin. Krisis pangan tidak boleh terjadi di Indonesia, kita harus hadapi dengan kerja keras dengan semangat pantang menyerah,” tegas SYL kepada semua penyuluh.

“Oleh karena itu saya mengajak seluruh insan pertanian untuk menghadapi tantangan tersebut dengan dua langkah kongkrit yaitu dengan penanaman yang lebih cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat. Dan berharap kerjasama yang lebih intens dari berbagai pihak agar semua dapat berjalan dengan baik,” lanjut SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menambahkan, pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya  suatu bangsa. Makanya, petani harus tetap semangat tanam, olah dan panen.

“Hal ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti ditengan wabah Covid-19, kepada para penyuluh pertania maupun swadaya diharapakan untuk tetap bekerja mendampingi para petani,” jelas Dedi.

Sementara itu, Darma Irawan, Penyuluh Pertanian Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat melaporkan aktivitas yang dilakukan Kelompok Tani (Poktan) Serai Wangi I Desa Sentebang Kecamatan Jawai dalam mempercepat masa tanam.

“Meski saat ini kondisi lahan sedang dilanda kekeringan karena intensitas hujan yang belum merata, namun semangat petani di wilayahnya untuk melakukan olah tanah dan tanam padi sangat tinggi. Beberapa petani mulai melakukan penyedotan air dari sungai untuk mengairi sawah mereka yang memang sedang mengalami kekeringan. Pompa air yang digunakan adalah  bantuan pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas”, papar Darma.

Menurutnya, pemanfaatan pompa air ini memang dilakukan secara bergantian oleh anggota kelompok tani terutama pada musim gadu (kemarau).  “Sejak adanya pompa air ini, petani merasa sangat terbantu apalagi disaat kondisi kering seperti sekarang ini. Karena lahan yang dikerjakan untuk menanam padi adalah lahan tadah hujan, sehingga sangat bergantung dengan intensitas curah hujan,” ungkap Darma.

Selain itu, M. Syahri salah satu petani yang memanfaatkan pompa air tersebut mengatakan, sejak adanya bantuan pompa dirinya merasa terbantu.  “Meskipun lahan sedang kering masih bisa menanam padi dengan cara menyedot air disungai dan embung untuk mengairi lahan. Penggunaan pompa air masih bergantian dengan anggota lainnya karena jumlah pompa yang terbatas dan lahan yang kami garap cukup luas yaitu sekitar  35 Ha”, ujarnya.

Luas lahan baku Kecamatan Jawai adalah 5678 Ha. Sampai bulan April lalu petani sudah mulai melakukan tanam seluas 4375 Ha, dan diperkirakan akan bertambah luasannya di bulan Mei ini.

Menanggapi capaian ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas M. Yayan Kurniawan mengatakan sangat bersyukur karena bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada petani betul-betul dimanfaatkan di saat yang tepat. Pada saat hujan belum turun merata petani dapat melakukan percepatan tanam padi dengan memanfaatkan alsintan yang telah disalurkan.

“Ini sinergi yang baik antara pemerintah dan petani terkait penggunaan bantuan untuk menjaga ketahanan pangan kita. Secara bersama-sama kami akan mengawal dan memastikan bahwa apa yang menjadi arahan Menteri Pertanian bisa dilaksanakan dengan baik di Kabupaten Sambas,” tutur Yayan. (rls)

Komentar