Ramadan Mahasiswa Pinrang di Negeri Gajah Putih, Dapat Makanan Halal Cita Rasa Thailand Selatan

Supartina Hakim mahasiswi pascasarjana di Mahidol University, Thailand

Walaupun begitu, ia juga mengaku sudah dua tahun menjalani ibadah puasa ditengah suhu yang tinggi di kota tersebut. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi Inna selama menjalani ibadah puasa dua tahun terkahir.

“Ini pengalaman tersendiri juga, tantangannya menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadan dua tahun terakhir berada di musim panas, paling tinggi suhu bisa mencapai 43 derajat celcius,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan, selama pandemi korona terjadi, Syaikhul Islam Thailand yang serupa dengan MUI telah mengeluarkan maklumat untuk menerapkan secara penuh physical distancing dengan meniadakan salat tarawih hingga salat ied berjamaah, sama seperti di Indonesia, itu diganti dengan salat di rumah masing-masing selama masa pandemi covid-19.

“Yang berbeda di masa pandemi covid-19 ini, hampir semua aktivitas dilakukan di apartment masing-masing, sehingga waktu dihabiskan untuk belajar, beribadah, bahkan memasak di kamar masing-masing,” jelasnya.

Termasuk kajian pun dilakukan secara daring oleh komunitas muslim yang ada disana.

“Kegiatan ramadan seperti buka puasa, tarawih, mendengarkan kajian , tidak seperti tahun sebelumnya. diganti menggunakan platform online melalui zoom atau google meet, sehingga tetap bisa berinteraksi dengan sesama,” ujarnya.

Bahkan kondisi food street sekitar kampusnya juga sangat sepi pembeli dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga ia harus membeli bahan makanan kemudian diolah sendiri.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...