Defisit APBN Diprediksi Tembus Rp1.028,5 Triliun

Senin, 18 Mei 2020 21:00

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini akan mengalami pelebaran defisit menjadi 6,27 persen. Angka tersebut melebar dari yang tertera pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2020 yang sebesar 5,07 persen terhadap PDB atau setara Rp 852,9 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, pelebaran defisit tersebut disebabkan adanya tambahan anggaran untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN). “APBN akan mengalami defisit Rp 1.028,5 triliun atau 6,27 persen,” ujarnya dalam video conference, Senin (18/5).

Sri Mulyani menjabarkan, tambahan anggaran untuk pemilihan ekonomi nasional tersebut antara lain dipergunakan untuk untuk subsidi bunga UMKM sebesar Rp 34,2 triliun, pemberian diskon tarif sebesar Rp 3,5 triliun, tambahan anggaran bansos yang diperpanjang hingga akhir tahun baik sembako maupun tunai senilai Rp 19,62 triliun.

Selain itu, pihaknya juga memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada beberapa BUMN senilai Rp 25,27 triliun, modal kerja kepada BUMN sebesar Rp 32,65 triliun, dan kompensasi kepada tiga BUMN sebesar Rp 94,23 triliun.

Adapun pembiayaan dalam pemenuhan program tersebut akan dilakukan dengan penerbitan surat berharga negara (SBN) yang dibeli oleh Bank Indonesia (BI) atau sesuai dengan Perpres Nomor 1 Tahun 2020. “SBN yang sudah diatur dalam Perppu atau SKB Kemenkeu dengan Bank Indonesia,” pungkasnya. (jpc)

Komentar


VIDEO TERKINI