Honorer Nonkategori, Abdul Fikri Faqih: Pemerintah Tidak Boleh Lepas Tangan

Senin, 18 Mei 2020 14:00

Para honorer yang terus memperjuangkan nasibnya-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih mengatakan harus ada perlindungan hukum berupa regulasi buat seluruh honorer agar pemerintah tidak lepas tangan.

Bila honorer K2 sudah diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) baik PNS maupun PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja), bukan berarti masalah selesai.

“Guru honorer K2 dan nonkategori jumlahnya sekitar 1,5 juta. Mereka tersebar di sekolah negeri dan swasta,” kata Fikri dalam dialog online bersama pengurus Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) pada Senin (18/5).

Begitu honorer K2 diselesaikan otomatis yang dikenal hanya PNS dan PPPK. Tidak ada lagi istilah honorer.

Bila tidak ada regulasi bagi honorer nonkategori, Fikri melanjutkan, akan menimbulkan masalah besar.

“Harus ada regulasinya bagi honorer nonkategori ini. Pemerintah tidak boleh lepas tangan,” ujarnya.

Kemunculan honorer nonkategori, lanjut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini lantaran tidak adanya rekrutmen CPNS.

Sementara daerah butuh pegawai. Akhirnya mereka merekrut tenaga honorer baru.

“Memang sudah dilarang rekrutmen honorer lagi sejak 2005 tetapi daerah masih kekurangan guru. Makanya kepala sekolah merekrut honorer,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketum PHK2I Titi Purwaningsih mengatakan, tidak masalah bila DPR juga memperjuangkan honorer nonkategori.

Namun, yang harus didahulukan adalah honorer K2 karena punya landasan hukumnya.

Komentar