Kata Jokowi, Belum Ada Kebijakan Pelonggaran PSBB

Presiden Joko Widodo-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Untuk menghindari adanya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pemerintah mewacanakan masyarakat yang umurnya di bawah 45 tahun bisa beraktivitas seperti biasanya, walaupun masih dalam pandemi virus corona.

Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, sampai saat ini dirinya belum memutuskan adanya pelonggaran PSBB di tengah pandemi virus Korona yang sudah menelan ribuan jiwa warga Indonesia itu.

“Saya ingin tegaskan, sampai saat ini belum adanya kebijakan pelonggaran PSBB,” ujar Jokowi di Istana Negara, Jakart, Senin (18/5).

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi tidak ingin, tersebar pesan yang ke masyarakat mengenai adanya pelonggaran PSBB. Sebab sampai saat ini pemerintah belum memutuskan pelonggaran PSBB.

Jokowi menambahkan, kebijakan pelonggaran PSBB hanyalah sebatas wacana dari pemerintah. Namun sampai saat ini masih melakukan kajian terhadap wacana pelonggaran PSBB tersebut. Hal itu karena dibutuhkan masih data-data di ‎lapangan.

“Yang sedang kita siapkan memang baru sebatas rencana atau skenario pelonggaran yang akan diputuskan setelah ada timing (waktu) yang ‎tepat serta data-data dan fakta-fakta di lapangan. Biar semuanya jelas,” ungkapnya.

“Karena kita harus hati-hati jangan keliru kita memutuskan,” tambahnya. ‎

Diketahui, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, pemerintah memberikan kesempatan bagi warga yang berusia di bawah 45 tahun bisa kembali beraktifitas di tengah pandemi virus Korona atau Covid-19.

Hal ini menurut Doni, untuk mencegah terjadinya PHK, termasuk juga supaya masyarakat tidak kehilangan pekerjaanya.

“Kelompok ini bisa kita berikan ruang aktivitas lebih banyak. Sehingga potensi terpapar PHK bisa kita kurangi,” ujar Doni Monardo.

Doni mengatakan kelompok usia mudah di bawah 45 tahun adalah mereka yang mempunyai mobilitas tinggi. Sehingga jika mereka terkena virus Korona ‎belum tentu sakit. Sehingga kolompok tersebut bisa melakukan aktifitasnya.

“Mereka adalah secara fisik sehat, mereka punya mobilitas tinggi, dan rata-rata kalau mereka terpapar belum tentu sakit,” katanya.

Selain itu pemerintah juga akan melindungi kelompok rentan yang usianya di atas 60 tahun. Kerena mereka memilki risiko kematian sebesar 45 persen. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...