Ketahanan Pangan Nasional, Penyuluh dan Petani Kolaborasi dari On Farm hingga Off Fram

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID,JAKARTA-- Organisasi Pangan dan Pertanian dunia (FAO) telah memberi peringatan soal ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19 yang dialami beberapa negara, termasuk Indonesia dan prediksi kemungkinan kemarau di tahun ini akan lebih lama dari biasanya, yang berarti akan memicu kekeringan lebih lama juga.

Hal ini mendasari Pemerintah harus mengantisipasi adanya ancaman krisis pangan agar tidak berdampak terhadap penyediaan pangan bagi 267 juta jiwa rakyat Indonesia.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menegaskan langsung, saat ini Kementerian Pertanian mendapat tanggung jawab dan amanat menyelesaikan soal pangan, dari mulai on farm hingga off farm. Untuk itu dilakukan upaya melalui gerakan Ketahanan Pangan Nasional guna mengantisipasi krisis pangan akibat dampak covid-19.

“Persiapan pangan atas dampak Covid-19 ini agar menjadi perhatian serius kita semua. Indonesia harus mampu siapkan pangan sendiri. Untuk itu siapkan lahan-lahan pertanian yang telah panen agar segera dilakukan persiapan penanaman kembali”, tegas Mentan SYL.

Mentan SYL juga menuturkan perlunya kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah, juga antara Penyuluh dan Petani. “Upaya memperkuat Ketahanan Pangan melalui intensifikasi pangan, ekstensifikasi pangan dan juga diversifikasi pangan. Ini tugas kita semua untuk bekerjasama dgn baik agar ketahanan pangan nasional meningkat”, tuturnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyampaikan langsung kepada penyuluh dalam Ngobras (Ngobrol Asyik) secara virtual, pada Senin (18/5) agar penyuluh berkolaborasi dengan petani melaksanakan program ini.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan