Khofifah Indar Parawansa Minta Peti Mati Covid-19 Tak Perlu Dibuka

KLASTER BARU: Desa Waru RT 2 RW 12 memiliki pasien positif terbanyak di Sidoarjo. Saat ini, ada 16 warga yang positif Covid-19. (Boy Slamet/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, SIDOARJO -- Kematian warga Sidoarjo akibat infeksi Covid-19 telah mencapai angka 31 orang. Rata-rata punya penyakit penyerta. Angkanya terus meningkat seiring kenaikan jumlah pasief positif.

”Angkanya (kematian) tinggi,” kata Kepala Dinkes Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros kepada Jawa Pos. Setiap hari ada pasien yang meninggal.

Menurut Syaf, kematian itu terjadi lantaran banyak pasien Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta. Sebagian besar sudah lama diderita. Misalnya, diabetes atau kencing manis dan hipertensi (tekanan darah tinggi).

”Jarang ditemui pasien meninggal tanpa komorbid (penyakit penyerta),” ucap Syaf. Jadi, ketika terinfeksi virus korona baru, kondisi tubuh dan penyakit yang telah lama bersarang semakin parah.

Selain warga yang positif Covid-19, ada pasien dalam pengawasan (PDP) serta orang dalam pemantauan (ODP) yang telah tiada. Jumlahnya pun tidak sedikit. PDP yang meninggal 29 orang. ODP tiga orang. Mereka juga rata-rata memiliki penyakit penyerta.

Mengapa kasus positif dan meninggal terus meningkat? Syaf menyatakan, peningkatan kasus Covid-19 terjadi karena perilaku jaga jarak belum optimal. Warga masih kurang sadar ancaman penularan virus. Bahkan, ada yang belum paham cara menjaga diri agar tidak tertular.

Syaf menyebut salah satu desa di Kecamatan Waru. Ada satu lingkungan warga yang hasil rapid test-nya reaktif terhadap virus Covid-19. Jumlahnya 17 orang. Apa penyebabnya? Ternyata, keluarga dan kerabat nekat membuka jenazah pasien yang meninggal karena Covid.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...