Usai Panen Jagung Produktivitas Tinggi, Penyuluh Kawal Petani Lanjutkan Percepatan Tanam

Senin, 18 Mei 2020 09:19

Foto: IST

FAJAR.CO.ID, BANDUNG—Pandemi Covid-19 yang masih terjadi, tidak lantas membuat kegiatan pertanian berhenti. Tanam dan panen 11 komoditas strategis tetap terjadi di seluruh pelosok. tidak terkecuali di wilayah Kostratani di Kabupaten Bandung, yang melakukan panen jagung dengan produktivitas tinggi, pada, Rabu (13/05).

Panen kali ini dilakukan oleh Kelompok Tani (Poktan) Harapan II, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dengan hamparan 40 hektarE.  Panen jagung varietas Bisi 228 dan 816 menghasilkan 248 ton.

Penyuluh Pertanian di Wilayah Kostratani Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Dini Dwi Juniar menjelaskan panen kali ini samgat luar biasa apalagi di tengah masa pandemi covid-19. Panen ini terbantu tentunya karena adanya bantuan alsintan, sehingga produksi dan produktivitas bisa maksimal.

“Setiap hari kami memantau mulai dari menanam, memelihara, hingga kini bisa panen jagung, demi tugas mulia menyediakan pangan bagi masyarakat Indonesia. Sedangkan untuk mempercepat proses pengupasan dan pemipilan, kami menggunakan alat mesin pertanian berupa corn sheller dan corn combine yang sangat membantu hasil panen,” ujar Dini.

Poktan Harapan II Desa Mandalawangi Kecamatan Nagreg, diketuai oleh petani yang pernah meraih juara 1 Poktan Jagung berprestasi bernama Pak Oleh. Sebagai Ketua Poktan, dirinya merasa terbantu dengan adanya pendampingan dan pengawalan dari PPL yang membina di wilayahnya.

“Penyuluh pertanian di wilayah binaan kami tetap menjalankan tugas dan kewajiban membimbing dan mendampingi kami dalam berproduksi dari tanam hingga panen. Kami sangat membutuhkan penyuluh untuk sharing dan konsultasi dalam proses budidaya jagung yang kami lakukan sehingga bisa menghasilkan jagung berkualitas tinggi,” jelas Pak Oleh.

Bahkan tidak hanya sampai panen, setelah panen penyuluh mendampingi petani untuk melakukan percepatan tanam kembali. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan mengatakan sektor pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun.

Ini menurut SYL untuk memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia di tengah peringatan dari FAO tentang adanya krisis pangan global akibat dampak dari pandemi covid-19. Kementan menurutnya terus menggenjot produksi 11 komoditas pangan pokok yang salah satunya adalah jagung.

”Kita harus gencarkan tanam padi, jagung dan kebutuhan pangan lainnya. Sehabis panen, langsung tanam lagi. Jika ini bisa akselerasi, krisis pangan tidak akan menyentuh Indonesia,” pesan SYL.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyampaikan di setiap kesempatan bahwa Pemerintah Pusat mendukung penuh aktivitas yang dilakukan dalam rangka menjaga Ketahanan Pangan Nasional.

Untuk itu, Penyuluh dan Petani diminta agar selalu bersinergi dan manfaatkan peran Kostratani di  tiap kecamatan, “Penyuluh, petani, dan kita semua ayo kita support pertanian kita, genjot terus produksi pertanian, setelah panen lakukan tanam kembali,” tutur Dedi. (rls)

Bagikan berita ini:
7
5
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar