Aneh… 3.483 Orang yang Meninggal Masih Terdata Wajib Pilih

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, PALOPO — Data pemilih di KPU Palopo sangat mencegangkan. Orang yang sudah meninggal dunia, ternyata masih ikut terdata sebagai wajib pilih.

KPU Kota Palopo menyerahkan sebanyak 3.483 daftar pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) kategori meninggal dunia kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) pada hari Selasa (19/5/2020).

Data tersebut merupakan hasil verifikasi faktual (vertual) yang dilaksanakan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) terhadap Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) pada Pilkada Kota Palopo tahun 2018 silam.

Sekretaris KPU Kota Palopo, Mansur Jufri mengungkapkan penyerahan data tersebut sebagai bagian dari tindaklanjut kerjasama yang dilakukan pihaknya dengan Disdukcapil dalam rangka pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (DPB).

“Jumlah tersebut merupakan data yang akan disinkronkan dengan data yang dimiliki oleh Disdukcapil. Itu dengan tujuan agar KPU dan Disdukcapil memiliki kesamaan data sehingga nantinya data pemilih Kota Palopo semakin valid dan akurat untuk digunakan baik pada pemilu maupun pilkada mendatang,” terang Mansur.

Data ini sendiri, lanjut Mansur, akan dikaji dan diteliti oleh pihak Disdukcapil untuk disesuaikan dengan data yang mereka miliki. “Ini bagian untuk juga membantu Disdukcapil untuk memastikan data yang kami beri memang sudah dikeluarkan dari data kependudukan,” ujar Mansur lagi.

Mansur menegaskan bahwa data sebanyak 3.483 orang yang telah meninggal tersebut merupakan hasil vertual yang dilakukan oleh PPDP terhadap DP4 Pilkada Palopo tahun 2018 lalu. Sehingga, kemungkinan di antara data tersebut masih ada yang belum terhapus di data kependudukan Disdukcapil.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar