Jika Warga Ngotot Salat Idulfitri Berjemaah, Protokol Kesehatan Harus Ketat

Selasa, 19 Mei 2020 19:47

FOTO: ISTIMEWA

Fajar.co.id, Luwu Utara — Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, mengikuti rapat tindak lanjut Arahan Menkopolhukam RI melalui video conference di ruang command center kantor Bupati Luwu Utara.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, dan diikuti seluruh Kepala Daerah se-Sulawesi Selatan dan Forum koordinasi pimpinan Daerah se-Sulawesi.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menyampaikan bahwa menurut rapat bersama Menkopolhukam kemarin Disimpulkan bahwa pertama, diimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tahun ini diimbau tetap rayakan Idulfitri di rumah masing-masing.

Ini imbauan bukan larangan tetapi ini ditegaskan kepada seluruh peserta rakor untuk secara masif melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat sekiranya ada masyarakat tetap melaksanakan salat Ied baik itu di lapangan atau di masjid tentu dimohon kepada forkopimda dan satpol untuk melakukan penanganan protokol kesehatan secara ketat.

Imbauan dari Presiden karena vaksin belum ditemukan obatnya juga belum ada. “Jadi kita diminta untuk membiasakan diri hidup berdampingan dengan pandemi ini,” katanya.

Dia juga berharap kepada kepala daerah untuk menyiapkan skenario agar masyarakat bisa hidup lebih baik di tengah pandemi ini. “Dan saya menyakini pimpinan daerah telah menyiapkan skenario-skenario terbaik untuk daerah masing-masing,” ujar Gubernur.

Setelah menyimak penyampaian dari berbagai daerah memang dengan rakor kemarin tidak ada larangan tetapi dihimbau dengan sangat karena yang dikhawatirkan jika dibuka secara umum salat Id ini tidak bisa dikontrol.

Komentar