Kendala Belajar dari Rumah, Jaringan Tak Memadai hingga Kuota Terbatas

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Akibat Pandemi Covid-19 yang sedang mewabah, pemerintah kemudian meliburkan sekolah sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus tersebut.

Setidaknya kurang lebih dua bulan pembelajaran di sekolah dengan tatap muka langsung ditiadakan dan digantikan belajar dari rumah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abdul Rahman Bando menuturkan, proses belajar dari rumah yang selama ini berjalan masih ditemukan beberapa kendala.

Salah satunya, masih belum meratanya jaringan internet di berbagai wilayah. terbatasnya jaringan internet tersebut membuat proses belajar mengajar terpaksa dilakukan secara manual.

“Itu yang saya pernah jelaskan bahwa terpaksa ada yang belajar dengan portofolio dengan tugas dengan memberikan penjelasan secara manual di mana bahkan ada yang orang tuanya datang jemput ke sekolah model portofolio yang dikasih gurunya,” kata Rahman Bando, Selasa (19/5/2020).

Rahman Bando memberikan contoh seperti yang pulau Kodingareng. Sejumlah kendala yang dihadapi salah satunya tidak adanya listriknya disiang hari.

“Begitu dia punya hp lobet tidak bisa lagi. Secara umum dipulau pakai genset, kendala memang itu dipulau,” ucapnya

“Di daratan, listrik tersedia sepanjang waktu. tapi masih ada problemnya, beberapa anak didik tidak memiliki smartphone. Ada lagi yang punya tapi kuota terbatas,” tambahanya.

Lebih jauh kata dia, Dinas Pendidikan Kota Makassar terus melakukan perbaikan dari sisi manajemen Pembelajaran jarak guna meningkatkan kualitas.

Komentar

Loading...