Kirim 6 Ton Gula Pasir untuk Prajurit, Eks Danjen Kopassus: Membantu Sesuai yang Kita Mampu

Direktur Utama PT Sebuku Iron Lateric Ores (SILO) Grup, Mayjen TNI (Purn) Sunarko memberikan bantuan 6 ton gula pasir kepada prajurit Kopassus. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Direktur Utama PT Sebuku Iron Lateric Ores (SILO) Grup, Mayjen TNI (Purn) Sunarko memberikan bantuan 6 ton gula pasir kepada prajurit Kopassus. Penyerahan bantuan tersebut digelar secara simbolis di Gedung Flamboyan, Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (19/5).

“Saya surprise disambut keluarga Komando, padahal tadinya mau kita sampaikan ke koperasi. Ini sekadar bantuan seadaanya yang kami mampu, semoga bermanfaat dan meringankan para prajurit,” kata Sunako.

Bantuan tersebut dipilihnya karena saat ini sudah mulai langka dipasaran. “Karena langka, pasti prajurit kita susah mendapatkannya. Nah kalau ada juga mahal dan terbatas. Bantuan ini meski tak seberapa, semoga sangat membantu,” jelasnya.

Eks Danjen Kopassus itu mengatakan, ketika memberi bantuan ini, dia pun merasa seperti bernostalgia ketika menginjak lagi kantor lamanya setelah sekian lama. Baginya menjadi kebanggaan tersendiri bisa memimpin prajurit elite TNI AD.

“Setelah tidak lagi di Kopassus, kita tetap berkarya untuk negara dan bangsa, membantu sesuai yang kita mampu, sesuai keahlian masing-masing berperan serta menjaga NKRI,” ucap Sunarko.

Sementara itu, Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menyambut baik bantuan ini. Dia berharap melalui bantuan tersebut bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para prajurit.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada prajurit dan keluarganya. Jelas ini sangat bermanfaat di tengah pandemi Covid 19 ini,” ujar Cantiasa.

“Beliau memberi contoh kepada kita semua, tetap berkarya untuk bangsa dan negara di mana pun posisinya. Dan bantuan ini salah satu kepedulian beliau dan tetap menjalin silaturrahmi dengan prajurit Kopassus,” tambahnya.

Lebih lanjut, Cantiasa menyebut, selama pandemi Covid-19, Kopassus memberlakukan protokol kesehatan ketat kepada prajuritnya. “Prajurit dan keluarganya tidak bisa wara-wiri ke Pasar Rebo atau tempat-tempat lain. Praktis banyak kebutuhan keluarga prajurit hanya disediakan di koperasi,” pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...