Klaster Tahlilan Paksa 507 Orang Isolasi Mandiri, Satu Desa Dikarantina

PEMBATASAN KETAT: Relawan Covid-19 dan anggota keamanan desa menjaga akses masuk RW 12, Dewa Waru, Sidoarjo, yang diisolasi kemarin. (BOY SLAMET/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, SIDOARJO-- Jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Timur terus menanjak. Hingga kemarin, jumlah pasien positif mencapai 2.281 orang. Jauh menyalip Jawa Barat yang memiliki 1.677 kasus positif. Jawa Timur kini menjadi provinsi tertinggi kedua setelah Jakarta.

Surabaya dan Sidoarjo memberikan kontribusi terbanyak kasus corona di Jatim. Surabaya memiliki 1.109 kasus positif dan Sidoarjo 322 kasus positif. Di Sidoarjo, ada klaster besar yang muncul. Yakni, di Desa Waru, Kecamatan Waru. Untuk mengerem laju penularan, sejumlah akses desa ditutup.

Warga yang terpapar diminta melakukan isolasi mandiri. Kemarin (18/5) Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji berkunjung ke zona merah tersebut. Dia ingin memastikan bahwa Desa Waru benar-benar dijaga ketat. Tak sembarang orang diperbolehkan berkeliaran. Prosedur pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan. Jalan-jalan tikus dikunci rapat.

Ketua RW 12, Desa Waru, Mujiono menjelaskan, sejak 15 warga terpapar korona, aktivitas kampung dibatasi. Seluruh warga diminta melakukan isolasi mandiri. Sebisa-bisanya mereka berdiam di dalam rumah. ’’Kalau mendadak, warga yang keluar rumah harus mendapatkan surat izin RT/RW,’’ ucapnya.

Awalnya, 235 warga melakukan isolasi mandiri. Mereka terindikasi melakukan interaksi dengan warga yang positif corona. Nah, kemarin jumlah yang menjalani isolasi mandiri bertambah. ’’Yang isolasi mandiri mencapai 507 orang,’’ katanya.

Kombespol Sumardji menjelaskan, merebaknya korona di RW 12 berawal dari kegiatan tahlilan untuk mendoakan dua orang yang meninggal. Dua warga yang tutup usia itu belakangan diketahui positif korona. Setelah kegiatan tersebut, warga mulai terpapar. Jumlah PDP mencapai 16 orang. Sebanyak 15 orang positif mengidap virus yang hingga kini belum ada obatnya itu. ’’Saya sebut ini klaster tahlilan,’’ ucap Sumardji.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...