Marak Penawaran Pinjaman Fintech Lending Ilegal, OJK Imbau Masyarakat Hati Hati

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Di tengah pandemi Covid-19 masih saja ada oknum oknum yang nakal dengan memanfaatkan situasi sulit saat ini. Termasuk maraknya penawaran pinjaman dari fintech lending ilegal dan menawarkan investasi ilegal.

Melihat kejadian tersebut, Moh Nurdin Subandi Kepala OJK Regional 6 mengimbau agar masyarakat lebih hati hati, jeli dan teliti dalm menerima tawaran investasi.

“OJK imbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap penawaran pinjaman dari fintech lending tidak berizin serta penawaran investasi ilegal. Saat ini masih marak penawaran fintech lending illegal yang sengaja memanfaatka kesulitan keuangan sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sasaran mereka adalah masyarakat yang membutuhkan uang cepat untuk memenuhi kebutuhan pokok atau konsumtif,” ucapnya pada video konferensi hari ini Selasa (18/5/2020).

Kepala OJK Regional 6 tersebut membeberkan di bulan April ini, Satgas Waspada Investasi menemukan 81 fintech peer topeer lending ilegal. Selain itu, pada bulan yang sama, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan 18 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

“Modus penawaran investasi 18 perusahaan ini sangat merugikan karena memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak waja,” ungkapnya.

Diketahui dari 18 entitas tersebut diantaranya melakukan kegiatan 12 Penawaran Investasi Uang tanpa izin, 2 Multi Level Marketing tanpa izin, 1 Perdagangan Forex tanpa izin, 1 Cryptocurrency atau crypto asset tanpa izin, 1 Kegiatan Undian berhadiah tanpa izin dan 1 Investasi emas tanpa izin.

  • Bagikan