Menyelamatkan Dunia dari Virus Corona, Xi Jinping Beberkan Langkah Konkret Tiongkok

Selasa, 19 Mei 2020 22:49

Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: Reuters

FAJAR.CO.ID– Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Senin (18/5) mengumumkan sejumlah langkah konkret untuk mendorong perjuangan global melawan COVID-19, termasuk menyediakan bantuan internasional dan menjadikan vaksin COVID-19 di Tiongkok sebagai barang publik global saat tersedia.

Pengumuman itu disampaikan Xi saat berpidato dalam pembukaan sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) ke-73 melalui tautan video.

“Tiongkok akan menyediakan USD 2 miliar selama dua tahun untuk mendukung respons COVID-19, serta pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara yang terdampak, terutama negara-negara berkembang,” kata Xi.

Tiongkok akan bekerja sama dengan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendirikan depot dan pusat respons kemanusiaan global, memastikan operasi rantai pasokan antiepidemi. “Dan mendorong koridor hijau untuk pengurusan dokumen bea cukai dan transportasi jalur cepat,” lanjutnya.

Selain itu, Tiongkok akan membangun mekanisme kerja sama bagi sejumlah rumah sakitnya untuk berkolaborasi dengan 30 rumah sakit Afrika dan mempercepat pembangunan kantor pusat CDC Afrika guna membantu benua tersebut meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespons penyakit dan kapasitas pengendaliannya.

“Pengembangan dan distribusi vaksin COVID-19 di Tiongkok, saat tersedia nanti, akan dijadikan barang publik global,” ujar sang presiden.

“Ini akan menjadi kontribusi Tiongkok untuk memastikan aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin di negara-negara berkembang,” tambahnya.

Tiongkok juga akan bekerja sama dengan anggota G20 lainnya dalam mengimplementasikan Inisiatif Penangguhan Layanan Utang bagi negara-negara paling miskin.

Dia pun menambahkan bahwa pihaknya juga siap berkolaborasi dengan komunitas internasional untuk meningkatkan dukungan bagi negara-negara yang paling terpukul di bawah tekanan terbesar dari layanan utang agar mereka bisa mengatasi kesulitan saat ini.

WHA adalah badan pembuat keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sidang WHA ke-73, yang dijadwalkan berlangsung pada 18-19 Mei itu, digelar melalui tautan video akibat dampak pandemi saat ini.

Menurut WHO, agenda sidang tersebut difokuskan hanya untuk isu-isu penting, seperti COVID-19 dan pemilihan anggota dewan eksekutif.

Saat ini, COVID-19 melanda lebih dari 210 negara dan wilayah, memengaruhi lebih dari 7 miliar orang di seluruh dunia dan merenggut 300.000 lebih nyawa berharga.

“Tiongkok mendukung visi membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia,” kata Xi, menambahkan bahwa Tiongkok mengemban tanggung jawab untuk memastikan tidak hanya kehidupan dan kesehatan warga negaranya sendiri, namun juga kesehatan masyarakat global.

Menurut Xi, selama ini Tiongkok bertindak dengan keterbukaan, transparansi, dan tanggung jawab dalam perjuangan melawan COVID-19. Tiongkok juga mengerahkan segala daya upaya untuk mendukung dan membantu negara-negara yang membutuhkan.

Mencatat bahwa tak ada yang lebih berharga di dunia daripada nyawa manusia, Xi mendesak seluruh negara agar mengutamakan rakyat serta melakukan upaya semaksimal mungkin untuk pengendalian dan pengobatan COVID-19.

Xi menyatakan dukungan setia Tiongkok untuk WHO, mengimbau komunitas internasional agar meningkatkan dukungan politik dan finansial bagi WHO sehingga dapat memobilisasi sumber daya di seluruh dunia untuk mengalahkan virus tersebut.

“Di masa-masa genting saat ini, mendukung WHO berarti mendukung kerja sama internasional dan juga perjuangan untuk menyelamatkan nyawa,” kata Xi.

Xi menyerukan kepada dunia agar menyediakan lebih banyak dukungan material, teknologi, dan personel bagi negara-negara di Afrika, seraya mengatakan bahwa “membantu mereka membangun kapasitas harus menjadi prioritas utama kita dalam merespons COVID-19.”

Lebih lanjut, Xi mengatakan bahwa komunitas internasional harus memperkuat tata kelola global di bidang kesehatan masyarakat.

“Tiongkok mendukung gagasan untuk melakukan tinjauan komprehensif terkait respons global terhadap COVID-19 setelah virus tersebut berhasil dikendalikan untuk merangkum pengalaman dan mengatasi kekurangan,” kata Xi.

“Pekerjaan ini harus dilandaskan pada sains dan profesionalisme, yang dipimpin oleh WHO serta dilakukan secara objektif dan tidak memihak,” tambahnya.

Dia juga mengusulkan untuk memulihkan pembangunan ekonomi dan sosial serta memperkuat kerja sama internasional.

Menyebut bahwa umat manusia sedang menghadapi situasi darurat kesehatan masyarakat global paling serius sejak akhir Perang Dunia II, Xi mengatakan solidaritas dan kerja sama adalah cara yang pasti bagi kita, masyarakat dunia, untuk mengalahkan coronavirusbaru ini.

Xi mengimbau komunitas internasional untuk bersatu dan melakukan upaya bersama guna melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat di seluruh negara, melindungi planet Bumi, serta membangun komunitas kesehatan global bagi semua.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan para pemimpin dari negara-negara lain menanggapi pidato pembukaan itu melalui tautan video, menyatakan dukungan mereka bagi WHO dan multilateralisme, serta peningkatan upaya bersama dalam perang global melawan COVID-19. (ant/dil/jpnn)

Bagikan:

Komentar