NasDem Nilai Penggunaan Health Certificate Bagi WNA Kurang Tepat

Selasa, 19 Mei 2020 05:28

FAJAR.CO.ID,JAKARTA— Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK 02.01/Menkes/313/2020 tentang Protokol Kesehatan Penanganan Kepulangan WNI dan Kedatangan WNA dari Luar Negeri di Pintu Masuk Negara dan di Wilayah pada Situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar. 

Surat Edaran itu mengatur setiap WNI dan WNA yang masuk ke Indonesia harus menyertakan health certificate kepada petugas di bandara sebagai syarat salah satu dokumen agar bisa terbang.

Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mendorong Pemerintah untuk tidak membuka pintu masuk bagi Warga Negara Asing (WNA) yang akan datang ke Indonesia di tengah pandemi virus Covid-19. 

Terlebih, jika hanya mengacu kepada penyertaan surat keterangan sehat atau health certificate saja. Menurut Syarief, setiap orang yang masuk ke Indonesia belum tentu berasal dari negara yang terbebas dari Covid-19.

“Sebaiknya Pemerintah tidak memaksakan dulu untuk WNA datang ke Indonesia. Apalagi, jika hanya mengacu kepada penyertaan surat keterangan sehat atau health certificate belum tepat untuk memastikan bahwa orang tersebut tidak berpotensi membawa virus masuk ke Indonesia,” ujar Syarief melalui siaran pers, Senin (18/5/2020).

Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengungkapkan, bukan tanpa alasan jika ia menilai kurang tepat kalau hanya berdasarkan surat keterangan sehat saja. 

Mengingat hasil final dari test Covid-19 itu bisa berubah-ubah setiap saat tergantung dari tingkat kesehatan, aktivitas dan perilaku dari tiap individu.

“Bisa saja, pada saat orang dites hasilnya negatif. Tapi, di waktu lain ketika orang itu melakukan aktifitas dan adanya interaksi dengan orang lain maka hal itu bisa saja menyebabkan orang tersebut akhirnya terjangkit. Saat-saat ini Pemerintah harus lebih memahami bagaimana kondisi masyarakat di dalam negeri,” paparnya.

Sehingga ia menyarankan setiap WNA yang datang ke Indonesia harus terlebih dahulu melalui tahap pemeriksaan kesehatan yang komprehensif dari tempat keberangkatan negara asalnya. 

“Maka, yang tepat itu kalau membuka transportasi, yang tepat itu diperiksa di tempat keberangkatan. Jadi, kalau memang mau melakukan ini solusinya harus jelas. Supaya, ada kepedulian negara terhadap rakyatnya,” pungkas Syarief. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
9
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar