Payah! Wasit dan Pemain Sepak Bola Ditangkap Berbuat Terlarang

Selasa, 19 Mei 2020 14:28

PENGGEREBEKAN: Petugas BNNP Jatim menunjukkan barang bukti dan tersangka dalam kasus sabu-sabu di Surabaya kemarin (18/5...

FAJAR.CO.ID, SIDOARJO– PSSI mempersilakan jika BNN ingin memeriksa semua elemen persepakbolaan nasional. Itu menyusul penangkapan pemain dan wasit dalam kasus sabu-sabu (SS) di Sidoarjo, Jawa Timur, kemarin (18/5).

”Saya pribadi setuju. Pemain sepak bola kalau pakai narkoba bagaimana staminanya, ya? Pasti payah dan merugikan diri sendiri. Untuk kebaikan bersama, kami pasti membuka diri, segera saya laporkan ke ketua umum PSSI,” papar Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi kepada Jawa Pos kemarin.

Empat pengedar SS dibekuk petugas BNNP Jatim saat bertransaksi di salah satu hotel di Sedati, Sidoarjo. Keempat tersangka itu M. Choirun Nasirin, Eko Susan Indarto, Novin Ardian, dan Dedi A. Manik. Mereka ditangkap bersama barang bukti 5 kilogram SS.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priyambadha menyatakan, pengungkapan peredaran narkoba itu bermula dari penggerebekan di Hotel S di Sedati pada Minggu (17/5). Petugas BNNP mendapat informasi bahwa Novin dan Manik berangkat dari Semarang menuju Surabaya dengan membawa 5 kilogram SS.

Keduanya menginap di hotel tersebut. Selanjutnya, Nasirin dan Eko datang ke hotel untuk mengambil SS tersebut. ”Kemudian, dilakukan penangkapan oleh tim dari BNNP Jatim. Saat digeledah, ditemukan sabu-sabu seberat lima kilogram di dalam tas,” terang Bambang di kantor BNNP Jatim, Surabaya, kemarin.

Para tersangka berlatar belakang pemain dan wasit sepak bola nasional. Nasirin, misalnya, kini tercatat sebagai kiper klub Liga 2 PS Hizbul Wathan (PSHW).

Komentar


VIDEO TERKINI