Perkuat Early Warning System, Upaya Kementan Antisipasi Ketersediaan Bawang Merah

  • Bagikan
Foto: IST

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengambil langkah antisipasi ketersediaan bawang merah terhadap serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), serta keadaan iklim yang tidak kondusif. Itu melalui pengamatan yang intensif sebagai early warning sistem (EWS) dan tindakan pengendalian.

Diketahui bahwa bawang merah (Allium cepa var. ascalonicum) merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang diusahakan petani secara intensif. Namun dalam praktinya di lapangan, budidaya Bawang Merah dihadapkan dengan berbagai masalah yang dapat menurunkan jumlah produksi.

Permasalahan OPT terjadi akibat perubahan ekosistem pertanian dan pola budidaya, serta dipengaruhi juga oleh terjadinya perubahan iklim (Dampak Perubahan Iklim/DPI). Kondisini tersebut berdampak terhadap perkembangan populasi, jenis dan status OPT serta keadaan keseimbangan musuh alami.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam keterangannya , Selasa (19/5) menjelaskan bahwa Data EWS Perlindungan Hortikultura telah dilakukan pada wilayah sentra utama pengembangan hortikultura.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian SYL yang selalu menekankan pentingnya data base yang kuat dan akurat sebagai acuan awal dan akhir. Terkait satu data pertanian ini, Kementan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Pemerintah Daerah (PEMDA) dan instansi terkait lainnya.

Untuk komoditas Bawang Merah wilayah EWS dipantau sebanyak 55 Kabupaten/Kota sebagai daerah sentra utama penyangga produksi nasional, baik di pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan