Satu Pilot

Selasa, 19 Mei 2020 08:50

(Freepik)

Tapi tetap saja ada campur tangan Tuhan. Saya dulu –tahun 2006– juga sudah diberi tahu: maksimal bisa hidup 5 tahun lagi. Bisa jadi benih-benih kanker akan muncul lagi. Saya diminta berpikir ulang.

Saya pun tetap memutuskan transplant. Kanker saya sudah memenuhi hati. Badan saya sudah bengkak. Wajah saya sudah menghitam.

Saya sangat siap untuk transplant. Tambah umur lima tahun sangatlah lumayan. Berarti akan meninggal umur 60 tahun. Sudah lebih pantas.

”Kalau organ yang lain masih tetap baik, lima tahun kemudian bisa transplant lagi,” ujar dokter waktu itu –memberi harapan tambahan.

Saya diam saja. Lima tahun masih lama. Dipikir kelak saja.

Menjelang lima tahun itu saya diperiksa detail sekali: tidak ada tanda-tanda munculnya kanker hati yang baru.

Alhamdulillah.

Lima tahun kedua diperiksa lagi. Tetap bersih.

Alhamdulillah.

Dua tahun lagi adalah lima tahun ketiga.

Kondisi badan pilot di Vietnam itu juga sangat baik. Semua organ lainnya masih mendukung. Kans untuk sukses sangat besar. Apalagi kalau kedisiplinan setelah transplant tetap tinggi –disiplin makan obat, atur diet, dan gaya hidup.

Bagikan berita ini:
9
2
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar