Undang Khusus Penjual Jalangkote Korban Bully, Amran Sulaiman: Silahkan Kerja di Perusahaan Saya, Masuk Tanpa Tes

Selasa, 19 Mei 2020 13:49

Andi Amran Sulaiman menerima bocah penjual jalangkote, RZ di AAS Building. (endra/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Bocah RZ (12) penjual jalangkote yang viral di medsos setelah mengalami perundungan oleh sekelompok remaja di Pangkep, mendapat undangan khusus dari CEO Tiran Group Andi Amran Sulaiman.

RZ ditemani ayahnya Muzakir, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid, Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji dan rombongan tiba di Gedung AAS, Makassar sekitar pukul 10.30 Wita, Selasa (19/5/2020).

Amran Sulaiman tertegun melihat rekaman video perundungan tersebut. Seketika ia ingin memberi tali kasih kepada bocah RZ itu.

“Anak ini mirip nasib saya dulu. Sama-sama anak desa yang berjuang memeras keringat untuk sekedar menyambung hidup. Bedanya dia jual jalangkote, saya jual taripang,” cerita Amran kepada fajar.co.id.

RZ mendapat bantuan masa depan berupa sepucuk surat keputusan (SK) tertulis bahwa setamat SMA kelak, RZ secara otomatis akan bekerja di salah satu perusahaan Tiran Group.

Tak hanya itu, anak kedua dari pasangan Muzakkir dan Dahlia tersebut juga diberi bantuan biaya pendidikan. Dalam kesempatan tersebut RZ dihadiahi mainan berupa robot-robotan berukuran jumbo.

“Setelah lulus SMA silahkan kerja di perusahaan saya, tinggal pilih mau dimana, tambang, pabrik gula, di kebun atau terserah dimana dia mau. Dari 1.000 pelamar, dia masuk tanpa tes,” ungkap mantan Menteri Pertanian Kabinet Kerja Jokowi-JK itu.

Amran pun yakin bocah RZ kelak akan menjadi orang sukses. Mentalnya telah ditempa sejak belia, kerasnya kehidupan telah mengajarkan RZ menghadapi gelombang.

“Saya yakin anak seperti ini mentalnya akan kuat karena sudah ditempa dari kecil, dari desa. Dia sudah terbiasa menghadapi gelombang yang keras. Saya yakin dia akan menjadi manusia unggul ke depan,” kata dia lugas.

Putra asli Bone ini kemudian menitip pesan kepada RZ untuk terus berjuang melanjutkan hidup, tanpa menghiraukan perundungan dan sikap sinis orang lain.

“Kadang orang meremehkan, kadang sinis, biarkan saja, jalan terus, tetap kuat, jangan patah semangat. Yang penting kita yakin apa yang kita kerjakan itu halal di mata agama dan undang-undang. Yang salah itu mengambil hak orang lain,” pungkas Amran. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
6
2
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar