71 Kg Sabu-sabu Disita dari Jasa Ekspedisi Spesialis Narkoba

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono saat pengungkapan kasus narkoba di Merak, Banten. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu ke Jakarta di tengah pandemi Covid-19. Upaya ini berhasil dicegah usai truk logistik pengangkutan narkoba tersebut terciduk di Pelabuhan Merak, Banten.

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, kasus terungkap usai adanya laporan intelijen terkait rencana transit paket sabu dari Sumatera ke Jakarta. Truk logistik dipilih pelaku agar mengelabuhi petugas. Mengingat saat ini tengah berlangsung pandemi Covid-19, di mana hanya truk logistik yang boleh melintas bebas.

“Berdasarkan info itu, pada hari Jumat (8/5) anggota Polsek KSKP Bakauheni Polres Lamsel memeriksa mini truk PT AMP dan berhasil menyita 66 kg sabu,” kata Gatot di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (20/5).

Sabu tersebut ditemukan polisi di dalam safe deposit box. Usai diselidiki, sabu tersebut akan dibawa ke PT Alidon Express Makmur yang di Taman Palem Lestari Ruko Fantasi, Cengkareng, Jakarta Barat. Ketika digerebek polisi berhasil mengamankan seorang tersangka.

“Disana polisi menangkap Dirut PT Alidon berinisial RR sebagai pengendali,” tambah Gatot.

Tak hanya RR yang terlibat kasus ini, melainkan petinggi PT Alidon lainnya un ada yang terlibat. Yakni BP selaku Komisaris. Saat ini BP masih dalam pengejaran polisi.

Hasil penyelidikan menyebutkan BP telah menerima 10 kilogram sabu dari PT Alidon cabang Pekanbaru melalui PT APM di Bandar Lampung. Guna mengelabuhi petugas, 10 kilogram sabu setengahnya dimasukan ke dalam paket tepung.

Selanjutnya barang dikirim menggunakan jasa ekpedisi PT Dakota ke PT Langkah Maju. Pada 10 Mei 2020 pukul 18.00 WIB, truk PT Dakota itu pun digeledah di SPBU Muaro Jambi. Di dalamnya pun ditemukan 5 kilogram sabu. “Atas nama pengirim AAJ yang merupakan owner PT Langkah Maju,” jelas Gatot.

Total baru dua tersangka yang ditangkap dalam kasus ini. Saat ini pengejaran masih dilakukan kepada para DPO. “PT Alidon merupakan perusahaan ekspedisi pengiriman barang yang baru dibentuk 4 bulan dan diduga keras sebagai sarana untuk mengangkut narkoba dari Pekanbaru-Jambi-Lampung-Jakarta,” pungkas Gatot. (jpc)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...