Dicabuli Pria 44 Tahun sejak SD hingga SMA, Korban Trauma

ILUSTRASI Kasus pencabulan terhadap anak. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID,JATIM– Belum kelar kasus asusila dengan korban anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Benjeng, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik tengah mendalami laporan serupa. Yakni, dugaan persetubuhan anak berinisial PNF, 16. Terlapor pelaku seorang laki-laki berinisial SU, 44.

Akibat persetubuhan tersebut, korban PNF mengalami trauma berat. Selasa (19/5) anak itu menjalani pemeriksaan psikologis di RS Bhayangkara Polda Jatim.

”Terlapor asal Kecamatan Bungah. Akan tetapi, korban PNF belum bisa dimintai keterangan. Karena diduga masih trauma,” ujar Kasatreskrim Polres Gresik AKP Panji Prihasta Wijaya.

Saat ini penyidik terus mendalami keterangan saksi-saksi. Saat menjalani pemeriksaan psikologis di RS Bhayangkara Polda Jatim mulai pagi itu, korban didampingi kuasa hukumnya, Sulton Sulaiman. Sekitar pukul 16.20, pemeriksaan kejiwaan korban baru selesai.

Korban diduga mengalami pencabulan sejak kelas VI SD hingga SMA. Mulai Oktober 2015. Pencabulan berlangsung lama karena ibu korban kerap menitipkan anaknya, PNF, itu kepada terlapor ketika ditinggal kerja. ”Korban kabarnya kerap diancam pelaku bila melaporkan kejadian tersebut,” ungkap Sulton Sulaiman dikonfirmasi kemarin.

Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Gresik sulit mengorek keterangan PNF karena korban terus merasa ketakutan. ”Ngomong sebentar, kemudian korban kejang-kejang,” ujar Sulton. (jpc)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...