Insentif Kesehatan Belum Cair

Tenaga medis di Bangkalan saat bertugas dalam penanganan pencegahan persebaran Covid-19. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

FAJAR.CO.ID,BANGKALAN-- Pemerintah pusat menjanjikan insentif kesehatan kepada tenaga medis dan nontenaga medis di seluruh Indonesia. Tak terkecuali di Kota Salak. Namun, hingga saat ini dananya belum cair.

Alasannya, masih proses verifikasi. Padahal, pemberian insentif itu terhitung sejak Maret hingga Mei, atau sudah tiga bulan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo mengutarakan, sejak Covid-19 mewabah, ada pemberian insentif dari pemerintah pusat. Besarannya tidak sama. Bergantung perannya dalam penanganan virus korona.

”Untuk Bangkalan, insentifnya belum turun karena masih dalam proses verifikasi,” ujar pria yang akrab disapa Yoyok itu kemarin (19/5).

Menurut dia, pemberian insentif itu melihat updating kasus. Tetapi, yang diprioritaskan untuk Covid-19. Yakni, angka orang dengan risiko (ODR), orang dalam pemantauan (OPD), pasien dalam pengawasan (PDP), dan positif Covid-19. ”Paling tinggi itu positif Covid-19. Satu pasien saja bisa memunculkan lima orang untuk diusulkan dapat insentif,” terangnya.

Saat ini tiap kecamatan tengah melakukan pengajuan. Namun, masih proses verifikasi. Sebab, semakin sedikit kasus, semakin sedikit pula kesempatan mendapat insentif.

”Misalnya, di Puskesmas Burneh PDP hanya satu orang. Terus yang diajukan lima orang. Pasti ada yang dicoret. Untuk PDP cukup ditangani tiga orang,” jelasnya.

Mantan kepala Puskesmas Blega itu menegaskan, tidak semua tenaga medis dan nontenaga medis mendapatkan insentif. Sebab, pemberian insentif itu pertimbangannya kasus penanganan Covid-19.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...