Jenazah Kiriman dari Jakarta Ternyata Covid-19, Ketahuan Setelah 2 Hari

ILUSTRASI: Petugas mengangkat jenazah pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal untuk dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (26/3/2020). Pemprov DKI Jakarta menyediakan dua taman pemakaman umum (TPU) untuk pasien virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni TPU Tegal Alur dan TPU Pondok Ranggon. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, BOYOLALI - Kejadian di Desa Senting, Kecamatan Sambi ini bisa menjadi pembelajaran untuk lebih hati-hati di masa pandemi Covid-19. Belum lama ini, Desa Senting kedatangan jenazah dari Jakarta dan telah dimakamkan seperti biasa. Namun, belakangan baru ketahuan jika jenazah tersebut terkonfirmasi positif Covid.

"Ini menjadi permasalahan di Boyolali. Kita lakukan tracking dan pemantauan kontak eratnya. Khusus yang langsung membuka tali kafan jenazah, saat ini kita agendakan untuk pemeriksaan tes swab di Rumah Sakit Darurat Covid," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Ratri S. Survivalina, kemarin.

Menurut Lina, kasus pembukaan jenazah itu sudah banyak diketahui masyarakat. Karena informasi itu sudah menyebar melalui media sosial. Di mana ada satu kiriman jenazah dari Jakarta yang dimakamkan di kampung halaman di Desa Senting, Kecamatan Sambi.

Awalnya, warga tak mengira bahwa jenazah berinisial SP itu ternyata terpapar Covid-19. Karena memang almarhum sudah berusia lebih dari 78 tahun. Warga pun menduga SP meninggal biasa. Warga pun memperlakukan jenazah seperti lazimnya. Alias tanpa protap Covid.

"Sebenarnya juga langsung dimakamkan. Hanya saja tidak menggunakan protokol Covid. Saat di liang lahat, jenazah dilakukan pembukaan tali kafan," tutur kepala dinas yang akrab disapa Lina itu.

Setelah dimakamkan, dua hari kemudian dari rumah sakit di Jakarta menginformasikan bahwa almarhum SP diketahui positif Covid-19. Untuk itu, seluruh kontak erat dengan jenazah dilakukan pemantauan. Mayoritas kontak erat dengan jenazah tersebut merupakan keluarga sendiri.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...