Tito Karnavian: Teman-teman Jangan Mengeluh, Semua Terpukul

KRUSIAL: Mendagri Tito Karnavian menyerahkan ventilator bantuan dari Singapura kepada Kepala RS Bhayangkara Tk I Said Sukanto Brigjen Dr dr Rusidanto di Gedung A Kemendagri, Jakata, Rabu (29/4). (HUMAS KEMENDAGRI)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengakui, mewabahnya virus corona atau Covid-19 tidak hanya menimbulkan krisis kesehatan. Tapi juga berdampak pada krisis ekonomi.

“Kita tahu karena pembatasan-pembatasan yang terjadi, hotel- hotel, pariwisata, pabrik-pabrik banyak yang tutup. Semua kegiatan melamban. Ini memberikan pukulan semua negara. Pertumbuhan ekonomi semua jatuh,” kata Tito dalam keterangannya, Rabu (20/5).

Mantan Kapolri ini menyebut, sektor keuangan mengalami pukulan berat akibat mewabahnya Covid-19. Menurutnya, keuangan Pemerintah pusat terpukul, karena pendapatan negara berkurang drastis. “Pendapatan lebih kecil, sementara belanja besar. Maka defisit tak bisa dihindari,” beber Tito.

Tito menjelaskan, pendapatan keuangan negara terbesar ada pada sektor penjualan kelapa sawit, pariwisata dan batubara. Namun, kini pendapatan negara berkurang dari mewabahnya Covid-19.

“Ini semua jatuh, itu diperkirakan hampir Rp400 triliun dari asumsi yang diharapkan awal tahun, dan ini berpengaruh pada pendapatan APBN,” ungkap Tito.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini pun mengakui, keuangan kementerian yang dipimpinnya harus dipotong dampak dari kurangnya pendapatan negara. Namun, hal ini tetap menjadi penyemangat agar Indonesia segera terbebas dari Covid-19.

“Kemendagri dari Rp3 triliun dipotong Rp1 triliun. Tapi saya sampaikan kepada teman-teman jangan mengeluh. Ini semua keadaan baru, semua terpukul,” urai Tito.

Oleh karena itu, Tito mengharapkan dalam perang menghadapi Covid-19, semua pihak untuk dapat mendukung agar Indonesia bisa segera terbebas dari wabah ini. Semua pihak harus bersatu saling mendukung.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar