22 Tahun Reformasi, Aktivis 98 Nilai Sistem Politik Saat Ini Sama Seperti Orde Baru

Kamis, 21 Mei 2020 13:29

Pendudukan Gedung DPR. Ribuan mahasiswa berhasil masuk dan menguasai gedung DPR Senayan, mereka menuntut reformasi dan p...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Hari ini, 21 Mei, tepat 22 tahun reformasi Indonesia yang ditandai dengan lengsernya Presiden Indonesia ke-2 Soeharto setelah 32 tahun berkuasa. Lantas apakah nasib bangsa ini sudah lebih baik?

Mantan Aktivis 1998, Syafti Hidayat‎ melihat saat ini reformasi telah mengalami kemunduran. Dahulu mahasiswa yang ingin mengalami perbaikan di bidang politik, sosial dan ekonomi namun itu tidak terjadi saat ini.

“Ini mengalami kemunduran yang luar biasa. Reformasi 1998 itu tujuannya adalah untuk perbaikan politik, sosial dan ekonomi. Ternyata bukan perbaikan malah. Ini malah jadi menyimpang,” ujar Syafti kepada JawaPos.com, Kamis (21/5).

Menurut Syafti, sistem politik saat ini sama seperti para era Orde Baru dengan sistem oligarki yang kuat. Artinya hanya dikuasai oleh sekelompok orang yang memegang kekuasaan. Sehingga hal ini perlu menjadi catatan penting.

“Perjalanannya dari rezim otoriter ke rezim reformasi. Ternyata sekarang oligarki alias dikuasai segelintir elite,” ungkapnya.

Sistem ekonomi saat ini juga hanya dikuasai oleh konglomerat dan tetap oligarki. Padahal yang diperjuangkan para mahasiswa tidak seperti itu.

“Sistem ekonomi yang pada masa lalu sistem ekonomi yang dikuasai oleh sistem konglomerasi. Sekarang juga sama kelompok konglemerat dan oligarki juga. Ini sudah menyimpang jauh,” ungkapnya.

Syafti juga menyoroti tentang pergerakan mahasiswa yang sepertinya tidak berjalan saat ini. Pada 1998 lalu mahasiswa sangat kritis. Namun saat ini sepertinya mahasiswa dibungkam.

Bagikan berita ini:
4
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar