Cegah Korupsi, SNI Sistem Manajemen Anti Penyuapan Diterapkan

Zakiyah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Korupsi termasuk kategori extraordinary crime yang berdampak buruk pada kehidupan sosial maupun ekonomi. Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya strategis untuk mengurangi terjadinya tindak pidana korupsi.

Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, memberi amanah kepada Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk melakukan Aksi Inisiasi Sertifikasi Sistem Anti Korupsi di Indonesia.

BSN telah menetapkan SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Penerapan standar ini akan membantu organisasi membangun, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan program kepatuhan anti penyuapan.

Berdasarkan data dari Transparancy International, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada 2019 naik dua poin menjadi 40 dari posisi 38 di tahun 2018.

“Artinya upaya-upaya yang dilakukan oleh negara kita memberikan dampak yang positif. Di wilayah Asia Tenggara sendiri, Indonesia menduduki posisi keempat dari 10 negara ASEAN. Kedepanya, masih banyak upaya dan strategi yang harus dilakukan untuk menekan korupsi di Indonesia,” ungkap Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Zakiyah, Rabu (20/5/2020) saat membuka kegiatan Web Seminar (Webinar) Penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan Berbasis SNI ISO 37001:2016.

Zakiyah kembali menjelaskan, berdasarkan Peraturan Presiden (PERPRES) No. 54 Tahun 2018 mengenai Strategi Nasional Pencegahan Korupsi, arah kebijakan nasional adalah mencegah korupsi di Indonesia.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...