Lulusan Kartu Prakerja Sulit Diterima Perusahaan, Bhima Yudhistira: Kompetensi Tidak Sesuai

Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Progam Kartu Prakerja digadang-gadang Presiden Jokowi dapat menyelamatkan para pekerja yang di rumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Pasalnya, mereka mendapatkan insentif dan juga meningkatkan kompetensi diri pasca melalui pelatihan online.

Namun, apakah para lulusan Kartu Prakerja dapat diterima oleh perusahaan?

Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa hal tersebut sulit untuk terjadi. Sebab, pelatihan yang diberikan kompetensinya berbeda dengan yang diinginkan para pengusaha.

“Enggak (diterima) itu, karena kompetensinya tidak sesuai apa yamg dibutuhkan oleh pelaku usaha,” tutur dia kepada JawaPos.com, Kamis (21/5).

Kemudian banyak platform gratis, seperti YouTube yang bisa diakses tanpa bayar untuk mendapatkan pelatihan. Di mana diketahui bahwa Kartu Prakerja memerlukan biaya untuk mengaksesnya.

“Kartu Prakerja itu kesannya nanggung karena kontennya biasa, tidak ada yang spesial dan videonya bisa di skip sehingga yang mengeluarkan sertifikat juga diragukan kompetensinya,” tambah dia.

Berbeda dengan Balai Latihan Kerja (BLK) yang memang difokuskan untuk melatih para calon pekerja agar memiliki skill yang dibutuhkan oleh pelaku usaha. Maka dari itu, Kartu Prakerja dirasa tidak efektif diterapkan di masa pandemi seperti sekarang ini.

“Jadi sangat berbeda dengan BLK, di mana sertifikat bisa digunakan untuk melamar kerja, kalau dari pengusaha kayaknya belum yakin kualitas lulusannya (Kartu Prakerja) kayak gimana,” pungkas Bhima. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...