Optimalkan Program 1000 HPK, Gubernur Pererat Kerjasama dengan USAID JALIN

Kamis, 21 Mei 2020 14:13
Belum ada gambar

“Pembangunan sumber daya manusia diprioritaskan pada peningkatan kesehatan ibu, bayi dan anak. Untuk itu sasaran pembangunan kesehatan diprioritaskan pada upaya menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi dan angka kematian anak,” jelasnya.

Penanganan stunting sudah pernah diterapkan Nurdin Abdullah saat memimpin Kabupaten Bantaeng selama dua periode, bahkan mampu menurunkan angka kematian bayi baru lahir. Nampaknya, kerjasama dengan USAID JALIN akan diterapkan di kabupaten kota lain di Sulsel.

Pemprov Sulsel bersama dengan USAID JALIN akan melakukan pendampingan dalam pemanfaatan paket intervensi gizi pada ibu hamil, pendampingan dalam pemanfaatan paket intervensi gizi pada anak. Kemudian, penyediaan intervensi gizi pada ibu hamil dalam rangka penanggulangan stunting. Penyediaan intervensi micronutrient pada anak umur 6 – 24 Bulan dalam rangka penanggulangan stunting dengan hasil kegiatan meningkatnya status gizi anak umur 6-24 bulan.

Didukung juga dengan dua rumah sakit ibu dan anak Pemprov Sulsel yakini RSK Ibu dan Anak Siti Fatimah dan RSK Ibu dan Anak Pertiwi Sulsel, akan terus berbenah untuk penanganan stunting.

Sementara terkait ambulans laut, Pemprov Sulsel telah mengadakan enam unit dan telah diserahkan masing-masing ke Pemerintah Kabupaten Pangkep, Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Luwu Timur, Sinjai dan Selayar. Untuk alasan kenapa mengadakan ambulans laut, karena belum optimalnya peran upaya kesehatan berbasis masyarakat, belum optimalnya pemenuhan tenaga kesehatan dan penunjang kesehatan, khususnya rumah sakit di kabupaten kota dan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Bagikan berita ini:
7
4
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar