Pakar Kesehatan: Salat Ied Fitri Tidak Dilarang Tapi yang Dilarang Adalah Berdekatan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR-- Kebijakan pemerintah tentang larangan salat Idul Fitri 1441 H di lapangan terlebih bagi wilayah yang masuk dalam zona merah dinilai tepat oleh pakar kesehatan masyarakat, Prof Hasbullah Thabrany.

Pasalnya dengan menggelar pelaksanaan salat Idul Fitri dapat berpotensi mengumpulkan massa sehingga penularan Covid-19 bisa meningkat.

"Salat Idul Fitri tidak boleh dilarang, yang dilarang adalah berdekatan," ucap Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tersebut, Kamis (21/5/2020).

Mahasiswa yang berhasil meraih gelar Master of Public Health dan Doctor of Public Health di University of California di Berkeley, Amerika Serikat tersebut mengungkapkan masih kurangnya tingkat kesadaran masyarakat di Indonesia sehingga ulama dan pemerintah sepakat untuk menganjurkan shalat Idul Fitri tahun ini di rumah.

Ia menuturkan jika kebijakan tersebut dilanggar, tidak menutup kemungkinan resiko penularan Covid-19 bisa terjadi.

"Sebab, jika kumpul di lapangan, mudah terjadi mudarat. Terlebih, salaman atau cipika cipiki, bisa jadi ada OTG atau ODP. Maka risiko membahayakan orang lain besar," terang pada Fajar.co.id.

"Jika pada hari minggu banyak yang maksa sholat id di lapangan atau di mesjid apalagi di daerah zona merah, maka kemungkin jumlah kasus bertambah sangat besar," tutup Prof Hasbullah. (anti/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan