Tumpahan Minyak Cemari Losari, DLH Sebut Milik Pertamina

Limbah minyak yang mencemari pantai.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tumpahan minyak terlihat memenuhi dan mencemari sebagian area Pantai Losari. Tepatnnya di sekitar Kampung Popsa, di Jalan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Andi Iskandar mengatakan, bahan bakar yang menyerupai solar yang tumpah tersebut bersumber dari Pertamina.

“Pertamina sudah mengakui bahwa waktu mengisi bahan bakar ke kapal ada selang yang bocor,” kata Iskandar, Kamis, (21/5/2020).

Hal itu terungkap setelah DLH turun memantau di lokasi. Ia mengatakan sejak kemarin pihak Pertamina sudah menurunkan alatnya untuk melakukan pembersihan.

“Bahan bakar ini bukan berupa solar, tetapi menyerupai aspal. Kalau kena air langsung melebar,” kata dia.

Iskandar mengatakan pihaknya akan turun lagi besok untuk memastikan dampak lingkungan yang disebabkan bahan bakar tersebut terhadap biodata laut.

“Tadi libur, tidak enak ke sana kalau tidak ada surat tugas,” ungkapnya.

Saat ditanyakan sanksi terhadap Pertamina yang mencemari laut, ia mengatakan kalau ada kesengajaan maka ada sanksi.

Ia menjelaskan bahwa dalam Undang-undang ada 4 tahapan untuk menjatuhkan sanksi bagi pelaku.

“Mulai dari teguran, sanksi administratif, hingga pencabutan izin,” ungkapnya.

Sementara, Ketua umum Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulsel, Irwan intje mengecam tindakan Pertamina yang dinilai tidak melalui prosedur tetap (protap).

“Artinya tidak melalui protap saat mengisi bahan bakar. Sehingga bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata dia.

Irwan menilai kebocoran tersebut punya dampak besar terhadap biota laut yang ada di sekeliling pencemaran tersebut.

“Pencemaran ini bikin laut kita kotor dan kalau tidak cepat diantisipasi akan berdampak luas,” ungkapnya.

Minyak, kata dia, ketika bersentuhan dengan air tak bisa serta-merta bisa hilang.

Bila tindakan tersebut adalah kesengajaan, Irwan meminta diadakan pengusutan. “Jangankan minyak, limbah saja tidak bisa dibuang ke laut,” tegasnya. (ikbal/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...