Utang Indonesia per April Tembus Rp5.172,48 Triliun

Kamis, 21 Mei 2020 13:32

ILUSTRASI utang pemerintah (JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat jumlah utang pemerintah per April sebesar Rp 5.172,48 triliun. Angka tersebut meningkat Rp 601,11 triliun dibangingkan posisi April 2019 yang sebesar Rp 4.528,45 triliun.

“Utang pemerintah yang mencapai Rp 5.172,48 triliun terdiri dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 4.338,44 triliun dan pinjaman sebesar Rp 834,04 triliun,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam video conference, Rabu (20/5).

Lebih rinci, Suahasil melaporkan, utang pemerintah bentuk SBN yang mencapai Rp 4.338,44 triliun itu terdiri dari penerbitan SBN domestik sebesar Rp 3.112,15 triliun dan dalam bentuk valuta asing (valas) sebesar Rp 1.226,29 triliun.

Sementara untuk pinjaman terdiri dari pinjaman luar negeri Rp 824,12 triliun dan pinjaman dalam negeri Rp 9,92 triliun. Pinjaman luar negeri terdiri dari pinjaman bilateral sebesar Rp 333 triliun, pinjaman multilateral sebesar Rp 448,45 triliun, serta dari commercial bank sebesar Rp 42,68 triliun.

Ia menyebut, dengan total utang pemerintah Rp 5.172,48 triliun, maka rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai sebesar 31,78 persen “Dengan begitu, rasio utang pemerintah masih aman jika mengacu pada UU Keuangan Negara Nomor 17 Tahun 2003 dan UU APBN yang ditetapkan setiap tahunnya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, UU Keuangan Negara telah membatasi defisit APBN sebesar 3 persen dari rasio PDB serta batas maksimal rasio utang sebesar 60 persen terhadap PDB. Sementara itu, dalam UU APBN yang merupakan produk bersama antara Pemerintah dengan DPR, telah ditetapkan besarnya estimasi pengadaan pembiayaan dan besaran anggaran untuk melunasi utang negara.

Bagikan:
7
5
8

Komentar