Covid-19 Catat Rekor Tertinggi pada Kamis, Ahli Virologi Prof G N Mahardika Jelaskan Ini

Jumat, 22 Mei 2020 11:12

ALAT TES: Salah seorang perawat menunjukkan alat tes cepat merek wondfo yang digunakan pemprov untuk rapid test orang be...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Jumlah pasien positif COVID-19 secara nasional mengalami lonjakan dalam dua hari terakhir.

Pada Kamis, 21 Mei 2020, penambahan kasus pasien positif coronavirus disease 2019 (COVID-19) sebanyak 973 orang, yang merupakan rekor tertinggi selama pandemi.

Total hingga Kamis pukul 12.00 Wib, secara nasional jumlah pasien positif COVID-19 tercatat 20.163 orang.

Namun, menurut Ahli Virologi Universitas Udayana Prof G N Mahardika, lonjakan kasus COVID-19 harian yang mendekati angka 1.000 orang secara virologi belum mengkhawatirkan.

“Mestinya tidak membuat kita cemas berlebihan. Secara virologi bukan masalah besar. Kecenderungan kasus fatal yang meningkat yang mesti segera diintervensi,” kata Mahardika dalam keterangan tertulisnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Dalam kondisi saat ini, menurut dia, Indonesia bahkan mungkin bisa mengklaim keberhasilan pembatasan sosial.

Jika dibiarkan alami, per 20 Mei jumlah positif COVID-19 minimum 1,7 juta orang, itu jika dihitung dari 1 April saat terkonfirmasi 1.677 kasus.

Rentang waktu sejak saat itu sampai 20 Mei adalah 50 hari.

Dengan masa inkubasi dianggap rata-rata 5 hari, maka dalam rentang waktu itu sudah terjadi 10 kali penularan baru.

Basic reproduction number, yaitu kemampuan satu pasien menginfeksi sejumlah pasien baru, istilahnya R0, dianggap satu (1).

Tanpa intervensi, per 20 Mei harusnya berjumlah 1.717.248 orang, sementara data resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 hingga Kamis (21/5), pukul 12.00 WIB jumlah total positif COVID-19 di Indonesia mencapai 20.162 kasus.

Bagikan berita ini:
9
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar