Covid-19 Catat Rekor Tertinggi pada Kamis, Ahli Virologi Prof G N Mahardika Jelaskan Ini

Jumat, 22 Mei 2020 11:12

ALAT TES: Salah seorang perawat menunjukkan alat tes cepat merek wondfo yang digunakan pemprov untuk rapid test orang be...

Selain itu ia mengatakan angka kasus terkonfirmasi mestinya tidak membuat masyarakat begitu cemas.

Secara alami, virus COVID-19 diketahui tidak selalu menyebabkan kasus berat, apalagi sampai meninggal.

Sebagian besar orang yang terpapar, menurut dia, tidak menjadi sakit. Yang mengembangkan gejala klinis pun lebih banyak klinis ringan.

Informasi dari WHO, 80 persen pasien yang sakit dapat sembuh tanpa pengobatan khusus.

Data dari karantina kapal pesiar Diamond Princess di Jepang yang dimuat pada Journal Eurosurveillance bisa dijadikan patokan.

Persentase orang terpapar tapi tak terinfeksi sekitar 75 persen. Proporsi yang positif tanpa gejala adalah 8 persen, dan yang simptomatik adalah 17 persen.

Data dari Wuhan, China, yang dipublikasi di JAMA menyebutkan pasien yang kritis hanya 5 persen dari yang mengeluh ringan sampai berat. Itu berarti 5 persen dari 17 persen, artinya hanya 0.85 persen.

Menurut Mahardika, di alam yang sebenarnya, bukan kapal pesiar, angkanya dapat jauh lebih kecil.

Bagikan berita ini:
8
1
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar