Fadli Zon: Mungkin M Nuh Salah Dengar, Dikira Rp2,55 Juta Bukan Miliar

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon -- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Lelang motor listrik pada acara konser amal virtual Berbagi Kasih Bersama Bimbo kembali bikin heboh publik. Penyebabnya adalah sosok yang memenangkan lelang senilai Rp2,55 miliar.

Itu menjadi heboh setelah pembayaran motor listrik bertanda tangan Presiden Joko Widodo itu tidak juga dibayarkan. Usut punya usut, M Nuh sosok yang disebut-sebut sebagai pengusaha itu ternyata hanya seorang buruh harian lepas.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ikut mengomentara kasus itu. Lewat cuitannya, Fadli menduga M Nuh yang memenangkan lelang motor listrik itu mengira kalau harga sepeda motor tersebut Rp2,5 juta.

“Mungkin Muh Nuh dr Jambi salah dengar, dikira harga motor Rp. 2,55 juta bukan milyar. Mana ada motor jenis itu harganya sampai 2,55 milyar. Memangnya kalau ditandatangani P @jokowi bisa semahal itu? Ini salah paham sy kira,” ujar Fadli melalui akun Twitternya @fadlizon.

Pihak kepolisian sendiri telah memeriksa M Nuh (46), pemenang lelang sepeda motor listrik yang ditandatangani Presiden Jokowi senilai Rp2,5 miliar, di konser amal virtual ‘Berbagi Kasih Bersama Bimbo’, yang disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi pada Minggu (17/5) malam.

Kapolda Jambi Irjen Firman Shantyabudi mengatakan, Nuh sudah diperiksa dan dimintai keterangannya di Mapolsek Pasar, Kota Jambi.

Berdasar foto KTP, Muh Nuh yang merupakan warga Jalan Makalam itu, ternyata hanya berprofesi sebagai buruh harian lepas.

“Pemenang lelang motor listrik dengan harga Rp2,5 miliar sudah kami periksa,” kata Irjen Firman melalui pesan WhatsApp kepada sejumlah wartawan, di Jambi, Kamis (21/5).

Menurut Kapolda, M Nuh pemenang lelang motor listrik adalah warga Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi itu hanya dilakukan wawancara di Polsek Pasar, Kota Jambi dan tidak ada penangkapan maupun penahanan kepada yang bersangkutan.

Firman menambahkan, setelah dilakukan wawancara, ternyata yang bersangkutan tidak paham acara tersebut pelelangan.

“Ya memang yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang, dan yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah bukannya penyumbang,” kata Kapolda Jambi.

Selanjutnya, karena yang bersangkutan ditagih, jadi dia meminta perlindungan ke pihak kepolisian.

“Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan kepada polisi dan melapor ke Polsek Pasar, Kota Jambi,” kata Irjen Firman Shantyabudi. (ant/jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...