Jaga Likuiditas Perbankan, Pemerintah Siapkan Rp87 Triliun untuk Bank-bank Jangkar

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah mematangkan skenario pembentukan bank jangkar. Bank-bank jangkar itu akan berfungsi sebagai penjaga likuiditas perbankan dalam program restrukturisasi kredit. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan bahwa dana yang pemerintah siapkan untuk bank-bank jangkar itu mencapai Rp 87 triliun.

’’Tapi, ini masih perkiraan, jadi belum pasti. Itu merupakan kesiapsiagaan pemerintah untuk mewujudkan semua itu,’’ ujarnya dalam telewicara pada Rabu lalu (20/5). Dia juga mengatakan bahwa regulasi tentang bank jangkar akan segera terbit. Itu nanti tertuang dalam peraturan menteri keuangan (PMK). Rencananya, aturan tersebut terbit setelah Hari Raya Idul Fitri.

PMK itu adalah turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional. ’’Siap dinomori untuk diundangkan dan semoga sudah bisa rilis setelah libur Lebaran,’’ ungkapnya.

Dia menegaskan, penempatan dana itu dilakukan bukan karena bank-bank tersebut kekurangan likuiditas. Namun, itu menjadi mekanisme antisipatif agar bank-bank tersebut dapat menjalankan fungsinya dengan maksimal dalam mewujudkan restrukturisasi kredit bagi masyarakat. Selain itu, bank-bank jangkar bisa memberikan tambahan kredit modal kerja.

Nanti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati atas rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menunjuk bank-bank jangkar. Setelah bank-bank jangkar terbentuk, selanjutnya bank-bank pelaksana bisa mengajukan proposal permintaan dana restrukturisasi. Bank-bank pelaksana adalah bank-bank yang menerapkan restrukturisasi kredit terhadap nasabah mereka.

  • Bagikan