Jaga Likuiditas Perbankan, Pemerintah Siapkan Rp87 Triliun untuk Bank-bank Jangkar

Jumat, 22 Mei 2020 14:44
Belum ada gambar

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

Dana pemerintah yang digunakan bank jangkar akan dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Itu dilakukan untuk meminimalkan potensi kerugian negara. Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial Juda Agung menjelaskan bahwa pemerintah, BI, LPS, OJK, dan bank jangkar mempunyai peran masing-masing dalam program restrukturisasi kredit.

Bank sentral tetap menyediakan likuiditas untuk perbankan. Nanti bank jangkar mendapat likuiditas dari hasil penerbitan SBN pemerintah yang dibeli BI. ”Yang bertugas menyalurkan likuiditas tersebut adalah pemerintah. Dananya dari BI,” katanya dalam kuliah umum daring kerjasama BI dan Universitas Padjajaran.

Sementara itu, OJK bertugas mengawasi pelaksanaan skema bank jangkar. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso memastikan skema pelaksanaan tidak akan mengganggu likuiditas bank jangkar. ”Dana reimburse dari kredit yang direstrukturisasi bank pelaksana berasal dari pemerintah. Ini back-to-back channeling murni,” jelas pria 63 tahun tersebut.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan bahwa penunjukan bank jangkar oleh pemerintah akan melewati proses yang sangat ketat. Pertimbangan utamanya, solvabilitas dan likuiditas perbankan.

Selain OJK dan LPS, menurut Josua, BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) ikut mengawasi bank jangkar dan bank pelaksana. (jpc/fajar)

Bagikan berita ini:
10
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar