Kemenkominfo dan BSSN Telusuri Dugaan Kebocoran Data di KPU

Menkominfo Johnny G.Plate. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Terkait dugaan kebocoran data kependudukan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kemenkominfo juga akan menelusuri isu kebocoran data tersebut bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Saya sudah berbicara dengan Ketua KPU Arief Budiman dan akan ditindak lanjuti koordinasi antara KPU, Kemenkominfo dan BSSN untuk melalukan penyelidikan teknis untuk menjaga perlindungan data khususnya data pribadi,” ujar Menkominfo Johnny G.Plate melalui pesan singkatnya kepada JawaPos.com, Jumat (22/5).

Memang dalam melaksanakan Undang-undang (UU) Pemilihan Umum, lanjut Johnny, pemerintah berkewajiban menyerahkan perkiraan data penduduk yang memenuhi syarat sebagai pemilih kepada KPU Pusat. Oleh karena itu mekanisme pengiriman, pengolahan, penyimpanan, dan pengungkapan data calon pemilih menurut Johnny perlu diperhatikan keamanannya.

“Kemenkominfo sudah berbicara perihal dugaan kebocoran data tersebut dengan Ketua KPU. Sebagai tindak-lanjut, kami, KPU bersama BSSN, akan segera melakukan peningkatan kemananan dan menelurusi penyebab kejadian ini,” imbuh Johnny.

Tidak saja secara teknis melalui security system yang andal dan updated, Johnny menggaris dalam hal ini yang terpenting adalah realisasi UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) yang mesti dipercepat. “Sangat dibutuhkan payung hukum yang memadai dan untuk itu kami berharap bahwa proses politik pembahasan RUU PDP di DPR dapat segera dilakukan. Kami meyakini DPR juga mempunyai pandangan yang sama dimana RUU PDP perlu segera diselesaikan,” ungkap Politisi Partai Nasdem itu.

Komentar

Loading...