Masukkan Ikan Sebagai Item Bansos, Menteri Edhy: Pastikan Kualitas Layak Konsumsi!

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menempuh langkah strategis untuk menyerap hasil perikanan di masa pandemi Covid-19. Salah satunya dengan meminta pemerintah daerah (pemda) untuk memasukkan produk perikanan dalam program bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat.

Guna memastikan penyerapan berjalan maksimal, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menginstruksikan jajarannya di daerah aktif membantu pemda. Bantuan dapat berupa informasi di mana saja tempat-tempat penghasil ikan yang harus segera diserap.

“Saya perlu ingatkan, kita sudah mengirim surat kepada Pemda tentang penyerapan ikan. Tolong kita memfasilitasi dan kuatkan, karena bisa saja pemda kurang mengetahui ikannya bisa didapat di mana saja,” ujar Menteri Edhy dalam keterangan tertulis, Jumat (21/5/2020).

Menurutnya, keaktifan pegawai KKP di daerah sekaligus mengingatkan pemda yang selama ini belum memasukkan ikan sebagai item bansos. Padahal, penyerapan punya dampak positif bagi daerah itu sendiri, di antaranya membuat perekonomian masyarakat perikanan tetap stabil.

Pegawai KKP juga berperan untuk memastikan kualitas ikan yang dibagikan ke masyarakat penerima bansos. “Ini penting untuk memastikan ikan yang dibagikan ke masyarakat adalah benar-benar layak konsumsi. Sehingga tidak ada keluhan kemudian hari, misal setelah makan ikan menjadi gatal-gatal,” urainya.

Menteri Edhy berharap penyerapan ikan untuk bansos dilakukan seimbang, antara ikan hasil tangkapan dan ikan hasil budidaya. Keduanya sama-sama memiliki nutrisi yang baik untuk meningkatkan imunitas dan perkembangan otak.

“Keaktifan akan semakin mengenalkan sektor perikanan ke masyarakat, semakin meyakinkan bahwa produk ikan adalah produk terbaik untuk meningkatkan daya tahun tubuh dan kecerdasan. Peran kita yang akan membuat sektor ini diminati atau tidak di tengah masyarakat,” pungkas Edhy.

Selain mendorong pemda, KKP juga menggandeng Kementerian Sosial dan dua BUMN perikanan yakni PT Perikanan Nusantara (Perinus) dan Perum Perikanan Indonesia (Perindo), untuk menyerap hasil perikanan.

Upaya internal, KKP membagikan 15 ribu bungkus nasi ikan untuk masyarakat kurang mampu di berbagai daerah Indonesia setiap harinya selama Ramadhan. Kemudian, meningkatkan jumlah bantuan produk perikanan ke masyarakat melaui berbagai program, diantaranya Gemarikan dan Bulan Mutu Karantina. (endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan

Comment

Loading...