MUI, NU, dan Muhammadiyah Barru Sepakat Salat Id Cukup di Rumah

Ustaz Abdul Somad saat hadir di Barru beberapa waktu lalu. (IST)

FAJAR.CO.ID, BARRU — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barru, Anregurutta Prof Dr Faried Wadjedy, menyepakati peniadaan shalat Id di masjid, mushallah, maupun di tanah lapang.

Gurutta yang juga pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, ikut menandatangani maklumat bersama yang disepakati melalui rapat dengan para Pimpinan Forkopimda Barru, MUI, NU, Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah, Dewan Masjid Indonesia, dan FKUB.

Dalam maklumat bersama, berisi dua poin. Pertama, takbir keliling dalam rangka pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah ditiadakan. Kedua, pelaksanaan shalat Id di masjid, mushallah, dan lapangan diganti dengan menggelar shalat Id di rumah masing-masing.

Maklumat yang harus dipatuhi warga ini, mengacu pada fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 mengenai penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah Covid-19. Begitu pun hasil koordinasi pengurus harian MUI Sulsel dengan para ketua MUI kabupaten/kota yang digelar 2 Mei 2020.

Ditambah lagi surat edaran Menteri Agama RI, dan hasil rapat koordinasi pemerintah provinsi, pemerintah daerah yang dihadiri bupati, wakil bupati, kapolres, dandim, Kakandepag, MUI, NU, Muhammadiyah, DMI, FKUB, dan Wahdah Islamiyah.

Sebelumnya, Bupati Barru Suardi Saleh mengakui, meniadakan shalat Id di masjid dan di tanah lapang, adalah kebijakan yang tidak populer. Tapi demi keselamatan dan daerah kita, pilihan tersebut harus diambil. Mengingat Barru saat ini sudah masuk zona merah pasca-ada 7 warga yang dinyatakan positif.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar