Nakes Lutim yang Terpapar Corona, Kadinkes Bantah Dugaan karena APD

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, Rosmini Pandin

FAJAR.CO.ID, LUWU TIMUR — Plt. Kadiskes Lutim Klarifikasi 60 Nakes Positif Covid-19 Karena Salah Pakai APD

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, Rosmini Pandin, mengklarifikasi pemberitaan media yang mengatakan bahwa sebanyak 60 orang tenaga Kesehatan di Luwu Timur terpapar covid-19 karena mereka salah memakai Alat Pelindung Diri (APD).

Dalam klarifikasinya yang dikirimkan kepada Diskominfo Lutim, tanggal 20 Mei 2020, mantan Direktur RSUD I Lagaligo Wotu ini, dengan tegas membantah hal tersebut.

Menurut dia, kontak fisik itu sangat beresiko terutama bagi tenaga kesehatan. Rosmini mencontohkan, di Pulau Jawa ada salah satu rumah sakit yang sudah pakai APD lengkap tapi ternyata kena juga.

“Jadi tenaga kesehatan itu sangat rentan untuk terkena. ternyata setelah disana diteliti, mereka belum memakai APD secara benar ini penelitian untuk perbaikan buat kita semua, dan itu tempatnya di Jawa,” jelasnya.

Tentang informasi sebanyak 60 orang tenaga Kesehatan positif Covid-19, ia mengatakan bahwa, dirinya tidak pernah memberikan data seperti yang diberitakan. “Yang benar adalah jumlah Tenaga kesehatan yang terpapar covid-19 sebanyak 38 orang, terdiri dari Pegawai RSUD I Lagigo 31 orang, Pegawai RS Vale 4 Orang dan Pegawai PKM 3 orang, jadi bukan 60 orang seperti yang diberitakan,“ tegas Rosmini Pandin.

Terkait Alat Pelindung Diri yang kurang, ia mengatakan, saat ini APD cukup banyak sehingga tidak ada lagi alasan APD kurang. Bagi yang kurang APD nya tersedia banyak di posko, jadi sisa order. “Kita tidak harapkan tenaga medis kita merawat pasien jika tidak memakai APD karena beresiko terpapar,“ tambah Rosmini.

Tentang pertanyaan mengapa tenaga medis banyak yang terpapar, Rosmini mengatakan, saat ini sedang dilakukan pengumpulan data sekaligus repeat tes massal, nanti setelah data terkumpul, akan dilakukan penelitian epidemiologi kira-kira dimana masalahnya.

Ia menambahkan, terkait data ini kita harus lebih berhati-hati karena semua yang kena itu OTG atau orang tanpa gejala. Kita juga melakukan rapid di luar Cluster yang sudah ada seperti penjual ikan dan sebagainya. ini untuk mengumpul semua yang OTG sehingga tidak menjadi carrier buat masyarakat umum dan tujuannya ialah untuk mengurangi mencegah pasien yang jatuh sakit dan dikirim ke rumah sakit.

Namun demikian, Plt. Kadis Kesehatan Luwu Timur ini terus memberikan semangat kepada semua tenaga Kesehatan yang saat ini terus berjuang digaris depan dalam memutus mata rantai Covid-19, dan tetap menjaga Kesehatan serta melakukan protocol kesehatan sesuai standar penganan Covid-19. (ikp/kominfo)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...