Petani Imunisasi Bibit Padi untuk Amankan Stok Pangan

  • Bagikan
Foto: IST

FAJAR.CO.ID, GROBOGAN—Imunisasi pada tanaman padi merupakan inovasi baru dalam konteks perlindungan tanaman sedini mungkin. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya serangan hama penyakit sekaligus memperkuat fungsi akar, batang dan daun sehingga tanaman mampu tumbuh secara optimal dalam memanfaatkan pupuk, iklim dan air.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo selalu menyampaikan, sektor pertanian menjadi harapan dan tulang punggung di tengah upaya pemerintah dalam  menanggulangi Covid-19. Makanya, sains dan riset benar-benar perlu dimanfaatkan.

“Pertanian harus menjadi kekuatan bangsa Indonesia dengan menggunakan teknologi yang lebih baik, memanfaatkan sains dan riset yang lebih kuat sehingga bisa menghadirkan kemampuan-kemampuan kita," tegas Mentan SYL.

Semangat pantang menyerah dalam mengamankan stok pangan dibuktikan oleh para petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Sido Mulyo Desa Rowosari Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan. Itu mereka wujudkan dalam gerakan penyemprotan bibit padi (pesemaian umur 12 hari). Langkah ini untuk meningkatkan imunitas bibit padi sejak dini dengan menggunakan agensia hayati Paenibacillus polimixa.

Diketahui luas sawah Poktan Sido Mulyo 183 hektar, sedang luas total sawah di Desa Rowosari 350 hektar. Adapun varietas yang digemari petani adalah Ciherang, Inpari 32, Sidenuk dan varietas lain.

Sudiro, selaku Ketua Poktan Sido Mulya, mengatakan salah satu faktor pembatas peningkatan produksi padi disebabkan oleh cendawan pyricularia oryzae yaitu penyakit blas. Sehingga untuk mencegah penyakit tersebut dilakukan upaya imunisasi bibit padi di persemaian dengan agensia hayati Paenibacillus polimixa.

  • Bagikan