Pro Kontra Tentang Kartu Prakerja, Jangan Berpikir Sempit

Wawancara Khusus: Supriansa, Anggota Komisi III DPR-RI

Partai-partai koalisi di pemerintahan tak satu suara terkait program kartu prakerja yang diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Hanya Partai Golkar yang masih menyuarakan untuk mendukung program yang merogoh APBN 2020 hingga Rp5,6 triliun untuk pelatihan online itu. Nah mengapa fraksi Golkar ngotot membela program ini. Berikut wawancara khusus Anggota DPR-RI Supriansa, SH, MH kepada FAJAR di Jakarta, Sabtu 22 mei 2020 terkait program tersebut.

Banyak kritik tajamnya kepada pemerintah mengenai Kartu Prakerja. Menurutnya Anda sejauh mana manfaat kartu ini?

Jangan berpikir sempit tentang Kartu Prakerja. Kartu ini untuk sangat besar manfaatnya untuk masyarakat pencari kerja.

Kartu prakerja adalah kartu yang di lahirkan pemerintah untuk menjawab perkembangan zaman yang penuh persaingan. Rakyat kerap kesulitan mendapatkan pekerjaan seiring dengan berkembang pesatnya semua sektor menuju dunia yang semakin canggih. Olehnya itu pemerintah melahirkan sejumlah kreativitas dan ide cerdas demi menjawab harapan itu. Jadi tidak salah sebagai calon presiden republik indonesia tahun 2019 silam memberi harapan kepada masyarakat untuk menyiapkan diri memasuki era yang semakin kompetitif.

Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, merupakan sosok yang bertanggung jawab atas program ini. Apa Golkar punya banyak kepentingan di dalam program ini?

Tentang sosok Airlangga memang orangnya amanah penuh tanggung jawab. Namun Saya pastikan Golkar tidak memiliki kepentingan pribadi, golongan atau kelompok. Perlu diketahui bahwa ini adalah program yang dilahirkan sejak kampanye Pilpres 2019 lalu. Kartu prakerja secara resmi menjadi poin penting kampanye bapak Jokowi- Maruf Amin pada pemilu 2019. Kemudian ketika rakyat Indonesia memberi mandat tertinggi sebagai pasangan presiden dan wapres terpilih maka salah satu bentuk konsistensi pasangan ini dengan mewujudkan dalam program pemerintahan sekarang.
Jadi, kartu prakerja ini bukan kartu “sim salah bim abra kadabra” yang lahir tanpa perencanaan dan kajian yang matang.

Apakah Anda melihat ada persaingan politik di balik kartu prakerja ini ?

Itu biasa dalam politik. Karena Seiring dengan lahirnya kartu prakerja ini dan semakin pula diminati masyarakat indonesia terutama masyarakat pencari kerja apalagi di tengah pandemi covid 19 maka tentu sebagai program yang lahir dari ide2 politik maka mulai di terpah angin kecemburuan persaingan kepentingan politik. Padahal mestinya ketika kita bicara tentang kebutuhan rakyat maka kepentingan politik harus di tanggalkan dulu. Kepentingan rakyat harus di dahulukan.

Partai-partai koalisi di pemerintahan tak satu suara terkait program kartu prakerja. Seperti apa Anda melihat dinamika di DPR-RI?

Padahal kartu ini adalah harapan bapak Jokowi Presiden dan wakil presiden untuk rakyat indonesia sebagai perwujudan konsisten materi kampanye politik saat pilpres 2019 lalu.

Lalu apa harapan Anda?

Olehnya itu saya berharap kepada seluruh masyarakat indonesia terutama para politisi yang selalu mengklaim diri sebagai pejuang rakyat mari kita menanggalkan sejenak pandangan sektorial atau kepentingan golongan demi kepentingan rakyat Indonesia. Mereka harus dibekali dengan ilmu dan persiapan yang memadai sebagaimana yang di butuhkan zaman karena persaingan sangat ketat.

Padahal kartu ini adalah harapan bapak Jokowi Presiden dan wakil presiden untuk rakyat indonesia sebagai perwujudan konsisten kampanye politik saat pilpres 2019 lalu.

 Olehnya itu saya berharap kepada seluruh masyarakat indonesia terutama para politisi yang selalu mengklaim diri sebagai pejuang rakyat mari kita menanggalkan sejenak pandangan sektorial atau kepentingan golongan demi kepentingan rakyat Indonesia. Mereka harus dibekali dengan ilmu dan persiapan yang memadai sebagaimana yang di butuhkan zaman.

Banyak yang meragukan program ini tepat sasaran. Bahkan ada yang menyebut bom waktu bagi pemerintahan Jokowi-Ma;ruf seperti halnya skandal BLBI, Century dll ke depan?

Issu itu sengaja dibangun seolah menjadi lahan korupsi baru. Saya kira itu strategi jahat yang tidak mengedepankan kepercayaan kepada aparat penegak hukum kita di republik ini. Nanti kalau pelanggaran hukum secara terbuka bisa melakukan pengawasan dan penindakan atas program ini. Dan program kartu prakerja ini di implementasikan bukan di tengah hutan yang sepi atau di dasar laut yang jauh dari pandangan mata. Semua mengedepankan asas transparansi dan akuntabel. Semua pihak bisa melakukan pemantauan dengan jelas kemana arah dan tujuan kartu prakerja ini.

Kami sependapat bahwa Kartu prakerja ini lahir bukan untuk di korupsi tapi kartu prakerja ini lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.

Jadi buanglah jauh-jauh pemikiran yang tak produktif agar rakyat bisa membekali diri memasuki zaman yang penuh tantangan ini. Jangan justru kita sebagai wakil rakyat menari-nari dalam perbedaan tapi rakyat yang di korbankan. (aci)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...